PRAJURIT Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berada di ambang batas negara tentunya bertugas menjaga kedaulatan NKRI.
Selain itu, ada beberapa cerita cukup inspiratif yang datang dari tentara tersebut. Salah satunya adalah perjuangan membantu masyarakat mendapatkan air bersih. Berikut adalah kisah inspiratif tentara di perbatasan, sebagaimana dirangkum pada Selasa (7/9/2021) :
1. Upaya Agar Dapat Akses Komunikasi
Agar bisa mendapat akses komunikasi dan menghubungi keluarganya, para tentara, termasuk Serka Adhi Susilo yang ada di Keerom, Papua harus menaikkan penguat sinyal yang mereka bawa ke atas tower listrik dengan tinggi 70 meter. Mereka mengerek alat penguat sinyal ke atas tower tersebut dengan menggunakan tali.
Jika hal itu tidak dilakukan, dirinya tidak bisa menghubungi keluarganya yang berada di Sukoharjo, Jawa Tengah, lantaran distrik tempatnya bertugas sangat terpencil dan tidak ada sinyal sama sekali.
2. Tentara Bantu Masyarakat Dapatkan Air Bersih
Para tentara di perbatasan bagian selatan yakni Kefamenanu, Timor Tengah Selatan, NTT membenahi saluran air di desa setempat. Hal tersebut dilakukan guna mempermudah masyarakat mendapatkan air bersih.
Melansir, langkah pembenahan air yang dilakukan di antaranya dengan memasang jaringan pipa baru, memperbaiki pipa lama yang telah rusak, dan menyambung jaringan pipa baru dengan pipa lama. Melalui proses ini, prajurit juga menargetkan akaan membuat 13 tugu kran air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara itu, pendanaan proses pipanisasi berasal dari dana pemerintah setempat.
3. Peran Tentara sebagai Pendidik di Perbatasan
Tentara yang berjaga di sekitar perbatasan distrik Muara Tami, Jayapura, Papua memberikan pengetahuan dasar dan pendidikan kepada anak-anak setempat mengenai wawasan kebangsaan. Kegiatan tersebut biasa dilakukan di pinggir pantai, dan dinilai sebagai langkah yang sangat positif.
Dikutip dari berbagai sumber, pantai dipilih sebagai lokasi belajar karena memang lokasinya dekat dengan tempat tinggal anak-anak. Kegiatan belajar diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dengan diterapkannya langkah ini, maka karakter generasi muda yang tangguh dan berwawasan luas diharapkan bisa mulai terbangun. (Diolah dari berbagai sumber/Ajeng Wirachmi/Litbang MPI)
(Erha Aprili Ramadhoni)