Kemudian, pelaksanaan tes swab antigen harus rutin dilakukan sepekan sekali. Tujuannya bukan hanya sekedar untuk mengidentifikasi, tetapi juga agar para siswa dan pihak sekolah lebih hati-hati.
Bima pun menugaskan para direktur vaksin bergerak, memonitor dan mengecek, baik ketika di kelas maupun saat jam PTM selesai berkoordinasi dengan aparatur wilayah dan Puskesmas serta pihak terkait.
"Patroli juga harus siaga, bergerak dan memutar. Minggu pertama penerapan PTM ini penting," pintanya.
Baca juga: Ada Siswa Terpapar Covid-19, Ridwan Kamil: PTM Harus Dihentikan
Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi menambahkan pada intinya sekolah harus memiliki kesiapan sesuai dengan aturan yang tertuang dalam SKB 4 menteri. Hanya sekolah yang terverifikasi faktual yang akan melaksanakan PTM terbatas.
"Hanya sekolah yang terverifikasi secara faktual dan memiliki persiapan matang serta tidak sembarangan yang akan melaksanakan PTM terbatas. Hal ini dilakukan agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi tidak semua sekolah di kabulkan verifikasi faktualnya dan ini menjadi masukkan bagi Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam mengambil keputusan," ucap Hanafi.