Lebih lanjut, buku mata pelajaran Pancasila nantinya tidak hanya tokoh seperti Bung Karno dan Bung Hatta saja. Melainkan yokoh masyarakat di tiap daerah akan ditampilkan dalam buku tersebut.
“Jadi keteladanan nanti didalam buku ini lebih ditampilkan pada lokalitas masing-masing. Jadi kalau orang di Maluku nanti baca Pancasila itu tokoh-tokohnya banyak yang dari Maluku, yang akan mereka bicarakan di dalam kelas. Bagaimana orang Maluku muncul sebagai seorang Pacasilais. Nanti di Aceh juga begitu,” terangnya.
“Walaupun seperti yang saya katakan, tetap dari atas ada tokoh-tokoh utama itu dalam sejarah ada, yang diharapkan juga kita adil, tapi tidak menutup pintu bagi yang belum muncul. Jadi teladan Pancasila akan selalu hadir karena itu menyangkut detik nafas kehidupan kita. Jadi siapapun di situ bisa jadi teladan Pancasila,” tutupnya.
(Khafid Mardiyansyah)