JAKARTA - Puluhan anak-anak dan ibunya menangis histeris saat akan dievakuasi dari kantor dinas sosial Provinsi Riau. Mereka trauma dan menolak ditempatkan di rumah layak huni karena takut keselamatan mereka terganggu.
Hingga saat ini mereka masih dirundung cemas setelah menjadi korban konflik antara pekerja dan pihak perusahaan. Bentrokan yang terjadi antara PT Padasa Enam Utama dengan eks karyawan saat eksekusi pengosongan rumah mendapat sorotan dari sejumlah pihak.
Baca juga: Peras Pembeli BBM dengan Jeriken, 3 Polisi Gadungan Ditangkap