MALAWI - Seorang tentara diserang oleh seekor gajah di Afrika ketika ia mencoba memanjat pohon untuk melarikan diri. Hal ini terungkap dalam pemeriksaan di pengadilan.
Tentara Coldstream Matthew Talbot, 22, menderita luka fatal saat patroli anti-perburuan liar di Taman Nasional Liwonde, Malawi, pada Mei 2019. Korban pun akhirnya meninggal dunia.
Rekannya L/Sgt Robert Padgham mengatakan kepada Oxford Coroner's Court bahwa penjaga hutan memberikan peringatan sinyal tentang hewan itu.
"Kami mulai mundur dan... itu datang menyerbu jadi kami bubar, seperti diajari," katanya.
Pemimpin patroli L/Sgt Padgham memberikan bukti melalui tautan video serangan pada 5 Mei yang menewaskan Gdsm Talbot, yang berasal dari Great Barr, West Midlands.
(Baca juga: Kisah Tentara 4 Kali Ditembak dan Hampir Mati, Bagaimana Dia Bisa Selamat?)
"Sekitar pukul 10.00 kami berpatroli di rerumputan gajah yang tingginya kira-kira tujuh meter dan jarak pandang terbatas," terangnya.
"Seekor gajah muncul kira-kira lima meter di sebelah kanan saya,” lanjutnya.
Pemeriksaan itu mengatakan tentara dan tiga penjaga taman mulai berlari ke arah yang berbeda ketika Gdsm Talbot berusaha memanjat "cabang yang menonjol" tetapi terlihat "dilempar" dan "terbentur" ke udara.
(Baca juga: 2 Tentara Angkatan Darat Diserang Buaya, Terluka di Kepala dan Dada)
Saksi menggambarkan tindakan gajah sebagai gerakan menyapu dengan kepalanya.
L/Sgt Padgham mengatakan dia kemudian melemparkan petasan untuk berhasil menakut-nakuti sekelompok gajah.