Tujuan dari forum ini adalah memfasilitasi pertukaran ide antara pakar dan ahli sains. Selain itu, lanjut Agus, hasil forum ini bukanlah hasil akhir, tetapi hanya untuk memicu diskusi lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran manusia.
“Semua ini bisa memberi pelajaran bagi kita semua dan kita semua sudah menyaksikan adanya interaksi yang sangat dinamis dalam dua hari forum ini,” kata Agus.
Sementara itu, Dadan Umar Daihani saat menyampaikan kesimpulan dalam forum JGF juga mengemukakan beberapa catatan. Pertama, saat ini manusia dihadapkan pada dua game changers yaitu kemajuan teknologi yang pesat dan pandemi Covid-19 yang telah mengacaukan dan menghancurkan dunia.
Pada bidang teknologi, saat ini manusia berada di era digital yang telah merubah tatanan kehidupan manusia. “Digitalisasi tidak hanya mempengaruhi cara manusia bekerja, namun juga mempengaruhi cara berpikir manusia,” kata Dadan.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Dorong Kemunculan Tren-Tren Geopolitik yang Mengkhawatirkan
Teknologi seperti pedang bermata dua karena membuka ketidakpastian di masa depan dan tidak dapat dikendalikan persebarannya secara virtual. Ada potensi risiko bahwa manusia akan kehilangan identitas dan semakin bergantung pada jaringan global.
Perubahan besar kedua, adanya pandemi Covid-19. Virus ini telah menghapuskan ketergantungan lintas negara dan memunculkan rantai pasokan ekonomi global. Bahkan ultranasionalisme terbatas, meningkat lintas negara dan menyebabkan kecurigaan satu sama lain.
Baca juga: Gubernur Lemhanas Yakin Kunjungan Prabowo ke AS Sesuai Arahan Presiden
“Merebaknya Covid-19 mempengaruhi kehidupan manusia di seluruh dunia selama hampir dua tahun dan masih berlangsung,” kata Dadan.