Israel Klaim 6 LSM Palestina Sebagai Kelompok Teroris

Vanessa Nathania, Jurnalis
Sabtu 23 Oktober 2021 13:48 WIB
Israel klaim 6 LSM Palestina sebagai kelompok teroris (Foto: CNN)
Share :

“Fitnah yang salah dan memfitnah ini adalah serangan strategis terhadap masyarakat sipil Palestina dan hak dasar rakyat Palestina untuk menentang pendudukan ilegal Israel dan mengungkap kejahatan yang terus berlanjut,” terang pernyataan dari Kementerian Luar Negeri PA.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Ned Price mengatakan kepada wartawan Jumat (22/10) sore jika Washington sedang mencari lebih banyak informasi dari Israel atas dasar penunjukan. Dia menambahkan AS belum diperingatkan sebelumnya bahwa pengumuman akan datang.

Langkah pemerintah Israel merupakan tantangan bagi banyak negara Eropa yang memberikan pembiayaan kepada enam organisasi. Termasuk Al Haq dan DCI-P, termasuk Addameer, Bisan Center, Komite Persatuan Perempuan Palestina dan Persatuan Panitia Kerja Pertanian.

Banyak di antara pemerintah Eropa ingin membuka hubungan dengan Israel setelah pembentukan pemerintahan baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Naftali Bennett dan Menteri Luar Negeri Yair Lapid, sekarang berisiko dituduh mendanai terorisme jika mereka terus mendanai enam kelompok.

Seorang pejabat senior Eropa yang bekerja di kawasan itu mengakui langkah itu kemungkinan ditujukan untuk memberi tekanan pada pengambilan keputusan para donatur tetapi mengatakan perlu ada analisis terhadap setiap bukti yang diajukan oleh Israel.

“Mari kita lihat bukti apa yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan untuk mendukung penunjukan LSM-LSM ini. Kami telah mendengar tuduhan serupa berkali-kali sebelumnya terhadap beberapa LSM ini dan mereka tidak pernah terbukti, jadi ini bisa menjadi banyak berita palsu yang dirancang untuk menghalangi donatur Eropa untuk mendanai organisasi hak asasi manusia Palestina," ujar pejabat itu kepada CNN.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya