"Kalau pun harus booster nanti ada skenario skema seperti apa, apakah boosternya disediakan di luar negeri, apakah boosternya sumbangan luar negeri atau boosternya bisa diterima oleh calon jamaahnya justru saat mendarat di sana dan lain-lain. Itu kan harus dipastikan," katanya.
Kepastian vaksin booster sangat dinanti, sebab jamaah umrah yang berangkat tidak hanya 100-200 orang melainkan puluhan ribu orang
"18 ribu orang sudah dapat visa, sudah siap berangkat, sudah ada tiket yang dulu. Tiket itu kan harus di-arrange kembali, kapan jadwalnya, maskapainya mana, hotelnya juga sama, siapnya kapan. Jadi bukan hanya kita berangkat terus di sana mau tinggal di mana, pesawat apa dan lain-lain. Karena apa, karena kan tertunda kalau tertunda masih harus disiapkan banyak lagi," katanya.
(Khafid Mardiyansyah)