Saat itu, pemerintah menganggap Hartono bunuh diri. Namun, hingga saat ini, belum ada yang tahu pasti kebenaran dari kematian Hartono.
Gubernur DKI Jakarta Letjen KKO (Purn) Ali Sadikin dan mantan Wakasal Laksamana Madya Rachmat Sumengkar menyangsikan keterangan itu. Sebab, data yang ditemukan di rumah Hartono berbeda dengan hasil investigasi resmi yang dikeluarkan RSPAD.
Untuk mengenang jasanya, nama Hartono diabadikan menjadi nama Kesatrian di Brigade Infanteri 2/Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Kesatrian Marinir Hartono yang diresmikan oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono.
(Fahmi Firdaus )