Fitur utama dari pelangi ganda adalah bahwa urutan warna pada pelangi kedua dibalik, jadi alih-alih merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu (ROYGBIV), warna muncul dalam urutan VIBGYOR. Pita gelap di antara dua pelangi dikenal sebagai pita Alexander, setelah Alexander dari Aphrodisias yang pertama kali mendeskripsikannya pada 200AD.
"Pita terbentuk karena antara sudut deviasi pelangi primer dan sekunder tidak ada sinar matahari yang dihamburkan oleh tetesan air hujan ke arah pengamat yang memberikan pita langit gelap," tuturnya.
(Awaludin)