BUENOS AIRES - Mantan presiden Argentina Mauricio Macri telah didakwa dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata ilegal dalam kasus yang terkait dengan pengawasan pemerintahnya terhadap keluarga awak kapal selam San Juan yang hilang.
Hakim Federal Martíni Bava mendukung dakwaan itu pada Rabu (1/12/2021), dengan mengatakan bahwa Macri bertanggung jawab atas kampanye pengawasan online terhadap kerabat pelaut kapal selam San Juan, yang meminta pemerintah untuk terus mencari kapal selam yang hilang pada November 2017.
BACA JUGA: Menteri Pertahanan Argentina: Ledakan Telah Membunuh Semua Awak Kapal Selam ARA San Juan
Menurut laporan media lokal, hakim menahan dana sebesar 100 juta peso (sekira Rp14 miliar) dari Macri dan melarangnya meninggalkan Argentina, demikian diwartakan RT.
Putusan pengadilan setebal 171 halaman yang dilihat Infobae mengatakan bawa Macri "memimpin kampanye mata-mata yang melanggar hukum" yang menargetkan orang-orang yang terkena dampak "salah satu tragedi terbesar" yang selama masa jabatannya, berusaha untuk mengikuti "gerakan" dan "klaim" yang mereka buat.
BACA JUGA: Setahun Hilang, Kapal Selam Angkatan Laut Argentina Akhirnya Ditemukan
Pengawasan dilakukan antara Desember 2017 dan akhir 2018. Mantan presiden diyakini memprakarsai pengawasan itu karena khawatir tentang bagaimana kasus San Juan dapat “mempengaruhi citra pemerintah.”
Pengacara Macri mengatakan mereka akan mengajukan banding atas keputusan ini. Mantan presiden telah berulang kali menyebut proses itu politis dan mengatakan bahwa tuduhan berhubungan dengan pemilihan yang diadakan pada pertengahan November.