JAKARTA - Gus Dur terkenal dengan humor cerdas yang mampu membuat pendengarnya tertawa sekaligus mendapatkan pelajaran.
Berdasarkan buku ‘The Wisdom of Gus Dur: Butir-butir Kearifan Sang Waskita’ sebagaimana dikutip dari Nu.or.id, pada suatu pengajian di malam hari, penceramah yang bernama Kiai Romdoni mengangkat tema jundullah (pasukan Allah) dan jihad fi sabilillah dalam kehidupan sehari-hari dalam makna yang lebih humanis.
Jamaah yang terdiri dari campuran anak muda dan orang-orang tua itu terlihat khusyuk menyimak penjelasan Kiai Romdoni selama kurang lebih dua jam.
Baca juga: Humor Gus Dur: Calon Presiden Amerika
Pengajian usai, para jamaah pengajian satu per satu menyalami Kiai Romdoni. Saat bersalaman dengan jamaah bernama Kodir, pemuda yang dikenal tengil di kampung, Kiai Romdoni berseloroh:
“Dir, jadilah kamu jundullah yang taat dan pantang menyerah dalam hidup,” ucap Kiai Romdoni.
“Oiya, pasti kiai,” tanggap Kodir tegas.
“Tapi, kenapa kamu jarang terlihat di pengajian?” tanya kiai.
“Wah, kiai belum tahu ya, saya kan di bagian intelijen jundullah. Jadi enggak bisa dong ketahuan banyak orang,” elak Kodir.
(Qur'anul Hidayat)