BOGOR - Aparat gabungan dari Polri dan TNI menggelar razia narkoba ke sejumlah tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat. Beberapa pengunjung yang hasilnya positif setelah menjalani tes urine narkoba dibawa petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan pantauan MNC Portal, razia gabungan dimulai dengan apel di halaman Mako Polresta Bogor Kota sekira pukul 23.00 WIB. Usai apel, petugas bergegas ke salah satu THM di Kecamatan Bogor Timur.
Di tempat ini, petugas menghentikan acara live music yang sedang berlangsung. Tak lama, satu per satu pengunjung pria ataupun wanita diperiksa petugas identitasnya dan menjalani tes urine.
Beberapa pengunjung yang menjalani tes urin dan hasilnya positif langsung digiring petugas ke dalam mobil untuk dibawa ke Mako Polresta Bogor guna pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu di antaranya terdapat wanita yang tidak percaya dengan hasil tes urin karena merasa tidak menggunakan narkoba.
Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Agus Susanto mengatakan razia gabungan ini sengaja digelar untuk mencegah peredaran narkoba jelang Natal dan Tahun Baru. Target sasaran razia ini yakni THM di wilayah Kota Bogor.
Baca Juga : Ungkap Pengiriman Narkoba Lewat Pos, BNN Tangsel Pantau Jasa Kurir
"Kita bekerjsama dengan jajaran TNI dari Denpom kami laksanakan razia dalam antisipasi peredaran gelap narkotika jelang Nataru supaya di Kota Bogor bebas narkotika. Malam ini kita laksanakan ada berbagai tempat salah satunya di sini di Club Zentrum," kata Agus, Rabu (8/12/2021) malam.
Untuk di lokasi ini, lanjut Agus, terdapat 37 pengunjung yang dites urine. Dari jumlah tersebut, terdapat 6 pengunjung yang terdiri dari 3 wanita dan 3 pria terindikasi penyalahgunaan narkotika karena berdasarkan hasil tes urinenya positif.
"Ada 6 orang yang kita amankan yang patut diduga terindikasi penyalahgunaan narkotika. Namun, kita akan lakukan uji kedua nanti di kantor pemeriksaan nanti hasilnya bisa besok diketahui apa betul atau hanya kesalahan teknis dari alat," tutur Agus.
Jika nantinya tes urin kedua kembali menunjukan hasil positif, pihaknya akan bekersama dengan Badan Narkoba Nasional (BNN) atau tim assesment guna rehabilitasi. Tetapi, apabila turut ditemukan barang bukti narkotika langsung diproses hukum lebih lanjut.
"Dari enam orang itu, (hasilnya) macam-macam ada THC itu ganja, ada Benzo itu obat psikotropika kemudian ada Amfetamin juga terindikasi sabu. Saya katakan lagi masih terindikasi ya, belum hasil final nanti hasilnya uji kedua di kantor," ucapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)