JAKARTA - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) menggenjot ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM di era 4.0 dan disrupsi teknologi melalui pelatihan. Setidaknya sudah 34.000 UMKM yang mendapatkan pelatihan.
"Alhamdulilah, hari ini penutupan di Manado. Pelatihan kami sudah menjangkau seluruh provinsi di Tanah Air," ujar tokoh muda NU Addin Jauharuddin melalui keterangan tertulisnya, seperti dikutip Antara, Sabtu (11/12/2021).
Menurutnya, misinya untuk membangkitkan UMKM di Indonesia kini mulai membuahkan hasil melalu lawatannya ke 34 provinsi. Namun, kata dia, pemberdayaan sektor UMKM butuh sinergi banyak pihak dan tak bisa mengandalkan pemerintah semata.
Baca Juga: Tanfiziah PWNU Lampung Tegaskan Siap Selenggarakan Muktamar
Perlu menggandeng banyak jejaring organisasi berbasis kemasyarakatan. Tujuannya tak lain sebagai ikhtiar membangun kekuatan UMKM di era 4.0 dan disrupsi eknologi informasi.
Dengan latar manajemen dan ekonomi yang kuat membuatnya paham ihwal problematika UMKM. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang. Addin memaparkan, di tengah situasi pagebluk seperti saat ini, penting untuk terus menghidupkan asa alias membangun optimisme kepada publik. Menelurkan bebagai terobosan dan kreasi demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
"Caranya dimulai dengan menggerakan ekosistem UMKM. Kami mulai dengan teman-teman GP Ansor di daerah-daerah," lanjut pria yang juga Wakil Ketua Bidang Ekonomi PP GP Ansor DPP GP Ansor tersebut.
Dalam konteks pelatihan yang dijalankannya, Addin mengistilahkan sahabat-sahabat Ansor yang menjadi sasaran pemberdayaan programnya, merupakan model 'Creativity and Innovation Hub' dari kepentingan besar agenda pembangunan ekonomi NU dan masyarakat.
"Dalam situasi pandemik yang berkepanjangan, Ansor memandu dan menjadi menjadi penggerak agar berbagai UMKM. Ouput-nya adalah bagaimana para pelaku UMKM ini naik kelas. Itu yang sedang kami masifkan," ungkap Addin.
Baca Juga: Tokoh-Tokoh NU yang Berperan dalam Pendidikan Nasional, dari KH Hasyim Asyari hingga Ayah Gus Dur
Dia lantas menukil bagaimana komitmen organisasi massa terbesar di Indonesia, NU, begitu sangat memperhatikan pemberdayaan ekonomi umat. Menurut Addin, para pendiri NU sudah meletakan fondasi yang amat kuat terkait menggerakan roda ekonomi UMKM.
"Imeplentasinya ada pada semangat 'Nahdlatut Tujjar' 1918. Penterjemahannya sekarang adalah bagaimana kita mampu membangun jejaring usaha ritel dan distribusi nasional. Ini bagian dari amanah para pendiri NU," jelas Addin.
Itu pula yang kemudian melatarinya menggandeng BNI sebagai mitra strategis dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM Ansor. Dipaparkan Addin, kolaborasinya bersama bank plat merah tersebut untuk memperkuat kapsitas dan transofrmasi SDM di bidang ekonomi.
"Termasuk mengembangkan bsinis UMKM yang terintegrasi, ekosistem, agile, adaptif serta membangun jejaring dan kolaborasi bisnis untuk menciptakan keuanggulan komparatif," kata Addin.
Sejumlah program direalisasikan antara lain, seperti pembiayaan usaha melalui skema KUR dan Non KUR, pembangunan 1000 lokasi pertashop.
(Arief Setyadi )