5 Peringatan BMKG Mengenai Cuaca Buruk di Penghujung Tahun

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Senin 13 Desember 2021 07:01 WIB
Illustrasi (foto: dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Memasuki penghujung tahun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan beberapa imbauan terkait kemungkinan cuaca buruk selama musim penghujan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di akhir 2021.

Melansir berbagai sumber, berikut adalah beberapa peringatan terkait kemungkinan cuaca buruk di Indonesia yang pernah dikeluarkan BMKG :


1. Prediksi Puncak Musim Penghujan

Baca juga: Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat Terjadi di Sejumlah Daerah Indonesia

Pada 26 November 2021, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG A Fachri Radjab mengatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan, dengan perkiraan berakhir pada sekitar bulan April hingga Mei 2022. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada akan risiko atau dampak bencana hidromoteorologi di musim penghujan ini, yakni banjir, banjir bandang, serta tanah longsor.


2. Waspada Hujan Kilat dan Angin Kencang

BMKG mengeluarkan imbauan pada 28 November 2021 kepada warga Jakarta. Dalam imbauan itu, BMKG meminta masyarakat Jakarta untuk bersiap dan berhati-hati karena adanya perkiraan hujan lebat yang akan mengguyur Jakarta pada siang hari. Intensitasnya berbeda, di Jakarta Barat, Jakarta Pusat serta Jakarta Utara diperkirakan akan diguyur hujan berintensitas sedang, sementara untuk Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan akan diguyur hujan disertai petir.

Baca juga: Daftar 5 Negara yang Sering Diterjang Badai, Nomor 2 Paling Memilukan

3. Rawan Hujan Angin dan Petir

Beberapa wilayah yang terletak di Kalimantan Selatan masih terendam banjir pada akhir November lalu. BMKG memperkirakan hujan angin dan petir masih akan terjadi di wilayah tersebut. Potensi ini dikhawatirkan akan berdampak pada banjir yang masih berstatus waspada untuk daerah Kalimantan Selatan pada 29 hingga 30 November 2021.

Hal ini disebabkan oleh aktivitas La Nina yang menjadi pemicu cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. BMKG juga menjelaskan kemungkinan terjadinya gelombang setinggi empat meter di perairan selatan Kalimantan atau Laut Jawa bagian tengah. Karenanya, BMKG memperingatkan masyarakat yang tinggal di pesisir, termasuk yang beraktivitas di perairan seperti nelayan beserta kapalnya untuk terus waspada akan potensi gelombang tinggi tersebut.


4. Dampak 3 Siklon Aktif

Adanya sistem siklon aktif membuat BMKG memperingatkan masyarakat atas potensi bencana yang mungkin terjadi di Jawa Barat. Saat ini, terdapat tiga siklon aktif yang akan memperngaruhi cuaca di Indonesia. Dampak dari La Nina sendiri diprediksi akan dirasakan mulai November, dengan puncaknya di bulan Desember 2021 hingga Maret 2022. Ketiga siklon yang diperkirakan akan memengaruhi cuaca di Indonesia adalah siklon tropis Teratai, siklon tropis Nyatoh, dan bibit siklon 94W.

5. Wilayah yang Terkena Dampak Gelombang Tinggi

BMKG menyebutkan 7 daerah yang memiliki kemungkinan akan terkena dampak gelombang tinggi ekstrem yang akan terjadi pada 6 hingga 9 Desember 2021. Berdasarkan pantauan terkini, terdapat pola sirkulasi siklonik dan seruakan dingin aktif di Laut Cina Selatan yang akan berdampak pada tinggi gelombang di Perairan Natuna.

Hal ini juga merupakan dampak dari fase bulan baru dan kondisi Perigee (jarak terdekat bulan dan bumi) yang meningkatkan potensi banjir di pesisir. Masyarakat Kepulauan Natuna, Sulawesi Utara, Gorontalo, Ternate, Halmahera, Papua Barat (bagian utara), dan Papua (bagian utara) diminta untuk waspada terhadap kemungkinan banjir pesisir ini.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya