Sementara itu, Kepala ICVCU (Intensive Cardio Vascular Care Unit) RS Jantung Harapan Kita, Dafsha A. Juzar menyebutkan saat meninggal pagi tadi Pukul 10.50 WIB, H. Lulung diketahui masih menggunakan alat bantu pernapasan.
Setelah munculnya gangguan badai irama pada jantung, Dafsha Juzar mengungkapkan H. Lulung dibuat agar tertidur agar kondisi jantung nya lebih stabil dan mengurangi rangsangan yang menyebabkan gangguan irama.
"Ini salah satu penanganannya aja harus buat tidur dalam. Jadi kami memang sengaja buat tidur dalam. Supaya tidak ada rangsangan yang mencetus. Mengurangi rangsangan yang dapat menyentuh gangguan irama. Jadi selama empat hari perbaikan kondisi, dia sadar. Cuma setelah itu timbul lagi gangguan irama. Yang akhirnya kita harus segresi dalam (membuat tertidur tapi sadar)," pungkas Dafsha Juzar.
(Khafid Mardiyansyah)