MALANG - Selain Semeru, ada setidaknya empat gunung lainnya di Jawa Timur yang dianggap sakral dan tempat bermukim para dewa. Kesakralan gunung-gunung ini dijadikan patokan kerajaan zaman dahulu menentukan arah lokasi pembangunan kompleks permukiman, bangunan suci, hingga istana kerajaan.
Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, masing-masing kerajaan besar di Jawa Timur memiliki titik kosmos, atau dapat diistilahkan titik kesakralan spiritual. Titik ini semacam titik nol yang ditarik garis lurus ke suatu bangunan yang akan dibuat.
"Kosmos itu konsep spiritual kosmologi Mandala jadi titik sakral. Masing - masing kerajaan punya mandala atau titik kosmos sendiri -sendiri," ucap Wicaksono, saat dikonfirmasi MNC Portal, pada Kamis (16/12/2021).
Wicak, sapaan akrabnya menyebutkan, ada sejumlah gunung yang dianggap suci oleh kerajaan-kerajaan di Jawa Timur. Temuan ini didasari hasil kajian dari BPCB terhadap sejumlah bangunan budaya bersejarah peninggalan kerajaan. Dimana ketika ditarik garis lurus biasanya bangunan itu menghadap ke gunung yang dianggap suci.
Baca juga: Siasat Raja Mataram Kelabui Ki Ageng Mangir: Bertekuk Lutut pada Kecantikan Penari Tayub
"(Raja) Airlangga menggunakan titik nol dari Gunung Walikukun di Tulungagung, titik nolnya di sana, jadi ke selatan (menghadap bangunannya). (Kerajaan) Jenggala dan Panjalu menggunakan Kelud, kalau masa (Kerajaan) Kediri juga menghadap ke Kelud," ungkapnya.
Baca juga: Kehancuran Kerajaan Mataram: Pemberontak Bawa Kabur Putri dan Abdi Dalem Cantik
Beberapa peninggalan Kerajaan Kediri menghadap ke arah Gunung Kelud. Bangunan seperti Gua Selomangleng dan Candi Klotok di Kota Kediri, Situs Brumbung di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, hingga Candi Klotok yang diidentikkan peninggalan era Kediri, terindentifikasi menghadap ke Gunung Kelud.