Sepak Terjang NU Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Jum'at 24 Desember 2021 18:49 WIB
PBNU (Foto: Dok Okezone)
Share :

NAHDLATUL Ulama (NU) dan Indonesia tidak bisa dipisahkan. Peran dan perjuangan NU dalam setiap periode sejarah Indonesia tidak perlu diragukan lagi. 

Sejak perang meraih kemerdekaan, NU sudah berdiri di garis depan untuk melawan penjajahan. Organisasi yang berdiri pada 31 Januari 1926 ini berjuang dengan tangguh dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia meskipun sejarah peran kaum santri dan Kiai tidak tercatat dalam lembaran sejarah sebelum terorganisir dalam Jam’iah NU.

- NU di Masa Penjajahan Belanda 

Belanda yang telah menjajah Indonesia selama 350 tahun membuat geram pribumi. Sikap kolonialismenya menumbuhkan ketidakpuasan dalam masyarakat Indonesia hingga akhirnya pemuka agama menghimpun kekuatan melalui dunia pesantren yang bernama Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Wapres Maruf: NU Selalu Siap Relakan Kadernya Duduk di Kursi Pemerintahan

Saat itu, NU bangkit menghimpun hizbullah untuk melawan Belanda yang dianggap kafir dan zalim. Melalui kekuatannya, NU mampu memunculkan kelompok baru yang disebut ulama dan santri. 

- NU di Masa Penjajahan Jepang 

Saat masa penjajahan Jepang, kaum ulama dan kiai diberi jabatan oleh Jepang. KH Hasyim Asy’ari pada saat itu ditunjuk sebagai ketua Shumubu (Kepala Kantor Urusan Agama). NU juga berperan penting dalam organisasi Masyumi bentukan Jepang.

Sebagian besar tokoh NU dijadikan pengurus, seperti KH Hasyim Asy’ari sebagai ketua pertama Masyumi dan Wahab Chasbullah sebagai penasihat dewan pelaksana. Selain itu puluhan ribu anggota NU dilatih secara militer dalam PETA (Pembela Tanah Air).

Baca Juga: Wapres Maruf: Hasil Muktamar NU Menggembirakan Pemerintah

Keterlibatan NU dalam pemerintahan Jepang hanyalah sebuah siasat politik NU dalam melawan Jepang. Melansir dari nu.or.id, siasat itu ditujukan untuk kepentingan bangsa Indonesia yaitu melakukan konsolidasi kekuatan pribumi. Mempersiapkan ‘condition of possibilities’, memanfaatkan peluang dan momentum ketika terjadi krisis geopolitik di level internasional. Pada saat itulah NU menempatkan posisi sesuai porsi di level nasional. 

- Keterlibatan NU sebagai Panitia Persiapan Kemerdekaan RI 

Tokoh-tokoh NU kian dilibatkan dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan RI. Mereka diberi kedudukan sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Keterlibatannya mempunyai arti penting dalam perumusan Pembukaan UUD negara Republik Indonesia. 

- Mengeluarkan Revolusi Jihad 

Kegiatan politik NU semakin kental pada masa kemerdekaan. Pada Muktamar NU di Surabaya, 22 Oktober 1945, NU mengeluarkan “Resolusi Jihad” yang menyatakan bahwa perjuangan untuk merdeka adalah Perang Suci (jihad).

Resolusi tersebut sebagai ajang penolakan kembalinya kekuatan kolonial sekaligus penolakan NU terhadap perjanjian dan konsesi diplomatik dalam Perjanjian Renville (1946), Perjanjian Linggarjati (1948), dan Konferensi Meja Bundar atau KMB (1949).

Dilansir dari berbagai sumber/Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya