JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan meskipun terjadi penurunan frekuensi bencana, tetapi dampak terlihat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ia pun merinci dampak rumah rusak dominan dan korban luka dalam satu tahun.
"Meskipun terjadi penurunan dari jumlah kejadian bencana, tetapi terjadi peningkatan mulai dari meninggal dunia, luka-luka, terdampak dan mengungsi serta rumah rusak meningkat. Artinya semakin tahun ini dampak terjadinya bencana baik yang berdampak jiwa manusia dan harta benda mengalami peningkatan yang signifikan," kata Suharyanto dalam Youtube Kemenko PMK, Rabu (29/12/2021).
"Rinciannya untuk dampak rumah rusak dominan terjadi di bulan Januari kejadian gempa Mamuju Sulbar dan April kejadian Siklon Tropis Seroja. Korban luka dominan di bulan Januari kejadian gempa Mamuju Sulawesi Barat dan Desember kejadian Awan Panas Guguran Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur," imbuhnya.
Suharyantl menyebut wilayah Jawa masih paling banyak mendominasi kejadian bencana alam. Sehingga diperlukan peningkatan tahap penanggulangan bencana.
"Kemudian daerah yang paling banyak bencana di dominasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur kemudian disusul oleh Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Daerah yang merah ini perlu peningkatan tahap penanggulangan bencana dari mulai mitigasi, edukasi dan penanganan darurat dan ini PR kita bersama," ucapnya.