JAKARTA – Kementerian Agama kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah. Sebelumnya keberangkatan umrah yang awalnya dilaksanakan pada Desember 2021 ditunda untuk mencegah masuknya Covid varian Omicron.
(Baca juga: Omicron Mengganas! Pasien Covid di RSDC Wisma Atlet Nyaris Tembus 2 Ribu Orang)
Peluang penularan atau transmisi lokal Covid-19 varian Omicron dari pelaku perjalanan ibadah umrah bisa diperkecil, asalkan pelaksanaan karantina nantinya dijalankan dengan disiplin dan sesuai protokol.
"Intinya kalau orang di karantina 7 hari maka probability muncul transmisi lokal cuma 0,01 atau 1 persen. Jadi kuncinya ada pada disiplin pelaksanaan, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat yang menjalani karantina," ujar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo di gedung Bina Graha Jakarta, Senin (10/1/2022).
(Baca juga: Penuh Haru, Begini Suasana Pemberangkatan 418 Jamaah Umrah Perdana saat Pandemi)
Dikatakan Abraham, pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah menghadapi impor kasus Omicron dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) termasuk para jemaah umrah.
Diantaranya memastikan karantina dan isolasi dilaksanakan dengan kepatuhan maksimal, meningkatkan tracing, dan memberlakukan protokol kesehatan ketat pasca karantina.
"KSP akan melakukan monitoring lapangan memastikan apakah semuanya berjalan sesuai arahan Presiden," tuturnya.