Dari Juni 1995 sampai 27 Januari 1996 Prancis melakukan setidaknya enam uji coba nuklir di Atol Mururoa dan Fangataufa, Pasifik Selatan.
Selama rangkaian uji coba itu, kapal angkatan laut Prancis terlibat bentrokan dengan aktivis Greenpeace yang berujung pada penangkapan beberapa kru dan penyitaan peralatan milik organisasi pecinta lingkungan tersebut.
Prancis semula merencanakan 14 uji coba nuklir, namun tekanan yang semakin meningkat membuat Paris mengambil langkah menghentikan rangkaian tes itu lebih awal.
Pada uji coba terakhir di Atol Fangataufa pada Januari 1996, Prancis meledakkan bom nuklir dengan kekuatan setara 120 ribu peledak konvensional, atau enam kali lebih kuat dari bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) di Hiroshima, Jepang pada 1945.
(Rahman Asmardika)