PRANCIS – Juru bicara pemerintah Prancis Gabriel Attal pada Rabu (2/2) mengumumkan keadaan darurat kesehatan di kepulauan Pasifik Selatan Kaledonia Baru di tengah meningkatnya jumlah kasus Omicron dan rendahnya tingkat vaksinasi Covid-19.
Prancis menekankan bahwa pihak berwenang “harus siap untuk bereaksi”. Attal mengatakan bahwa pemerintah telah mengadopsi “dekrit yang menyatakan keadaan darurat kesehatan di Kaledonia Baru” sebagai tanggapan terhadap “bencana sanitasi” di kepulauan itu yang dihuni 270.000 penduduk.
Baca juga: Covid-19 Melonjak, PM Jepang Perpanjang Keadaan Darurat
Juru bicara itu menjelaskan bahwa keputusan itu dibuat dengan mempertimbangkan situasi di rumah sakit, karena risiko perluasan sistem perawatan kesehatan meningkat karena tingginya penularan Omicron dan "cakupan vaksinasi yang lebih rendah" di Kaledonia Baru. Menurut angka pemerintah Prancis, lebih dari 68% dari populasi pulau telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin, dan tingkat kejadian telah 1.468 kasus per 100.000 penduduk selama tujuh hari terakhir, pada 1 Februari.
Baca juga: Menkes Sebut 2 Minggu ke Depan Kasus Omicron di Jakarta Akan Meningkat
Keadaan darurat memberi pejabat di wilayah Prancis kekuatan untuk mengambil tindakan ekstra terhadap Covid, seperti melarang perjalanan yang tidak perlu. Namun, Attal meyakinkan semua langkah tersebut akan sangat proporsional dengan risiko sanitasi.
Kaledonia Baru berhasil menjadi wilayah bebas Covid hingga September 2021. Namun sejak itu telah mencatat total 23.231 kasus Covid dan 284 kematian terkait virus corona.
Kepulauan itu telah menjadi wilayah luar negeri Prancis terbaru ketika keadaan darurat kesehatan telah diumumkan dalam beberapa bulan terakhir, menyusul Martinique, Reunion, Guadeloupe, Guyane, Mayotte, Saint Barthelemy, dan Saint Martin.
(Susi Susanti)