JAKARTA - Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin akhirnya muncul usai penemuan kerangkeng manusia di rumah dinasnya. Dari hasil penyelidikan Polisi, diketahui tempat itu sebagai tempat rehabilitasi narkoba yang dikelola secara mandiri oleh Terbit Rencana sejak 10 tahun lalu.
(Baca juga: Penghuni Kerangkeng Tewas, Bupati Langkat Pakai Kode Gas hingga 2 Setengah Kancing)
Dia diperiksa Komnas HAM di KPK setelah dilaporkan Migrant Care atas perbudakan modern yang dilakukan Terbit Rencana Perangin-angin.
Pantauan Okezone, Senin (7/2/2022) Terbit mengenakan rompi tahanan KPK warna oranye ketika dikawal dari mobil tahanan ke Gedung Merah Putih KPK. Kedua tangannya juga diborgol petugas. Tidak ada satu pun kata yang terucap dari mulut Terbit saat ditanya wartawan.
(Baca juga: Kasus Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Segera Dinaikkan ke Penyidikan)
Sementara itu, Komnas HAM menemukan ada lebih dari tiga penghuni kerangkeng manusia di rumah Terbit Rencana yang meninggal dunia.
"Lebih dari tiga orang (penghuni kerangkeng yang tewas)," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2022).
Dalam kesempatan ini, Komnas HAM bakal mendalami jumlah pasti penghuni kerangkeng manusia milik Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin yang tewas. Sebab, Komnas HAM menduga ada banyak penghuni kerangkeng milik Terbit Rencana yang tewas.