Sebagai informasi, pemimpin kudeta Myanmar, Min Aung Hlaing mengunjungi Rusia pada Juni tahun 2021.
Kemudian, mereka menjalin hubungan kuat antara militer Burma dan Rusia.
BACA JUGA:Presiden Vladimir Putin Peringatkan Negara Lain Tak Ikut Campur soal Konflik Rusia-Ukraina
Kala itu, Rusia salah satu dari sedikit negara yang membela dewan militer yang merebut kekuasaan dalam kudeta di Myanmar pada 1 Februari 2021 lalu.
Di mana kejadian itu yang menggulingkan pemerintah sipil dan menahan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi hingga pejabat tinggi lainnya.
Padahal, PBB dan para ahli berulang kali menyerukan larangan penjualan senjata kepada dewan militer.
Sayangnya, Rusia malah mengabaikan seruan tersebut.
(Zuhirna Wulan Dilla)