BANTUL - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyatakan ada 300 orang lebih tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19). Mereka berasal dari RSUD Panembahan Senopati, Puskesmas, dan juga Kantor Dinas Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan, pandemi Covid-19 pada periode kali ini memang membuatnya berpikir ekstra. Karena di samping kasus cukup banyak, ternyata sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan banyak yang terpapar Covid-19.
"Taraf mengkhawatirkanlah. Karenanya, kami harus berpikir ekstra," katanya, Rabu (2/3/2022).
Ia mengatakan, pihaknya mencatat puluhan petugas kesehatan di RSUD Panembahan Senopati terkonfirmasi positif. Demikian juga di 27 puskesmas yang ada di Bantul dipastikan ada nakes yang terpapar. Sementara di Kantor Dinas Kesehatan ada puluhan orang yang terpapar Covid-19.
Agus menyebut, di RSUD Panembahan Senopati, perawat yang terkonfirmasi Covid-19 ada 50 orang. Ditambah dengan SDM di bagian yang lain sehingga ada sekitar 80an orang karyawan RSUD Panembahan Senopati yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Ada 205 petugas Puskesmas di seluruh Kabupaten Bantul. 27 Puskesmas yang ada di Bantul pasti ada yang positif," tuturnya.
Selain di RSUD dan Puskesmas, pihaknya mencatat ada SDM di Kantor Dinas Kesehatan yang terkonfirmasi positif. Setidaknya ada 20 orang lebih karyawan di Kantor Dinas Kesehatan yang juga terkonfirmasi positif Covid-19.
Oleh karenanya, pihaknya menggunakan sistem atau pola kontigensi dalam memberikan layanan terhadap masyarakat. Pola kontigensi ini berlaku untuk Dinas Kesehatan, Puskesmas dan RSUD Panembahan Senopati.
"Skema kontigensi adalah tetap mempekerjakan tenaga kesehatan meskipun kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Ini sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat," tuturnya.
Meski nakes kontak erat dengan pasien positif Covid-19, ada beberapa poin pilihan yang harus ditempuh tenaga kesehatan yang kontak erat tersebut. Poin tersebut sesuai dengan surat edaran Dirjen Yanmet Kementerian Kesehatan.
Ketika nakes yang kontak erat sudah melaksanakan vaksin boster dan dinyatakan negatif pada swab antigen hari kedua, dia langsung masuk kerja. Namun jika belum boster dan PCR hari kedua negatif, dia tetap harus kerja dan nanti akan dievaluasi.
"Demikian juga jika ada tenaga kesehatan yang dinyatakan positif. Maka nanti di hari kelima atau keenam akan ada evaluasi," tuturnya.
Jika nanti hasil PCR di hari ke lima atau keenam dinyatakan negatif, nakes tersebut harus langsung bekerja. Hal ini berbeda dengan yang berlaku di masyarakat jika kontak erat maka diminta istirahat dan isolasi mandiri sampai benar-benar negatif.
"Hari ini tidak ada istirahat buat Nakes. Jika kontak eratpun harus kerja tentu dengan perkembangan ilmiah," tuturnya.
Karena banyak yang positif Covid-19, layanan yang diberikan kepada masyarakatpun mengalami penyesuaian. Pihaknyapun memberikan otonomi kepada Puskesmas untuk menentukan pelayanan mereka masing-masing.
"Ketika pada titik kritis maka ada layanan yang dikurangi," ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)