Covid-19 Belum Hilang, Kasus Demam Babi Afrika di Tanah Air Semakin Melonjak

Sigit Dzakwan, Jurnalis
Jum'at 11 Maret 2022 10:59 WIB
Foto: MNC Portal
Share :

BARITO TIMUR – Pandemi Covid-19 di Tanah Air masih belum usai. Namun muncul kasus baru yaitu African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di Kabupaten Barito Timur, Kalimatan Tengah. Akibatnya, ratusan ekor babi mati karena demam babi Afrika.

 (Baca juga: Tangani Wabah Demam Babi Afrika di Sumut, Kementan Kerahkan Tim Gerak Cepat)

Sejumlah desa yang mengalami kasus ASF yakni Desa Lalap, Kotam dan Ampari Bura di Kecamatan Patangkep Tutui dan Desa Gumpa dan Desa Matarah di Kecamatan Dusun Timur.

Camat Patangkep Tutui, Nina Marissa membenarkan adanya kasus ASF di beberapa desa, namun hingga kini dia belum mendapatkan laporan dari pemerintah desa jumlah kematian babi.

"Belum ada laporan masuk ke kami, mungkin ke dinas terkait," jawabnya saat dihubungi MNC Portal, Jumat (11/3/2022).

(Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Kelar, Muncul Virus Demam Babi Afrika di Negara Ini)

Sementara itu, Kades Gumpa, Salakman yang dihubungi mengungkapkan kasus kematian babi di desanya mulai muncul sejak dua minggu yang lalu. Kematian tersebut terus meningkat hingga mencapai sekitar 200 ekor.

"Biasanya tiga hari demam langsung mati. Sampai saat ini belum ada penanganan, kalau babi mati biasanya warga langsung kubur," ungkapnya.

Babi yang mati di Desa Gumpa rata-rata sudah besar, karena itu dia memperkirakan total kerugian akibat kematian babi mencapai ratusan juta rupiah.

"Kita rata-rata saja per ekor babi yang mati beratnya 30 kilogram, dikalikan 200 ekor, kemudian dikalikan harga daging babi Rp45 ribu per kilo gram.

Dokter Hewan Akhmad Rizaldi menambahkan tanda klinis babi yang terpapar ASF yakni kemerahan di bagian perut, dada dan scrotum. Selain itu, babi juga mengalami diare berdarah, kemerahan pada telinga, demam 41 derajat celsius, konjungtivitis, anoreksia, ataksia, paresis dan kejang.

Kadang babi juga mengalami muntah, diare atau sembelit, pendarahan kulit sianosis yang menyebabkan babi menjadi tertekan, telentang, kesulitan bernapas dan tidak mau makan.

Penyakit ini diketahui tidak berbahaya bagi manusia dan bukan masalah kesehatan masyarakat. ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis),"ujarnya

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya