WASHINGTON - Pada Jumat (11/3), Amerika Serikat (AS) melarang ekspor, ekspor ulang, penjualan, atau pasokan secara langsung atau tidak langsung dari AS atau oleh orang AS yang berupa uang kertas berdenominasi dolar AS kepada pemerintah Rusia atau siapa pun yang berlokasi di Rusia. Gedung Putih meningkatkan tekanan ekonomi pada Rusia atas perang di Ukraina.
Ini menghadirkan masalah serius bagi Rusia, yang merupakan pengekspor minyak utama, karena sebagian besar kontrak minyak diselesaikan dalam mata uang AS.
Pada 2 Maret lalu, Uni Eropa (UE) juga melarang ekspor dan impor uang kertas euro ke Rusia. Pengecualian dibuat hanya untuk individu yang tiba di Rusia, misi diplomatik, dan organisasi internasional dengan kekebalan hukum.
Baca juga: Sanksi Baru AS ke Rusia, Targetkan Lembaga Keuangan hingga Elit dan Anggota Keluarga
Sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menyerukan sanksi internasional baru terhadap Rusia, dengan mengatakan tekanan ekonomi perlu ditingkatkan.
Baca juga: Presiden Ukraina Serukan Boikot Minyak Rusia, Sanksi Ekonomi Perlu Ditingkatkan