Ketika Raden Rahmat Dijuluki Sunan Ampel

Aulia Oktavia Rengganis, Jurnalis
Minggu 13 Maret 2022 06:36 WIB
Raden Rahmat atau Sunan Ampel (Foto: Boombastis)
Share :

JAKARTA - Usai prosesi pernikahan Raden Rahmat dan Dewi Chandrawati di istana Majapahit selama tujuh hari tujuh malam, Dewi Chandrawati tak dapat mengelak ketika hendak diboyong suaminya ke Ampeldenta.

Meski ia seorang putri Raja besar, tetapi sebagai seorang muslimah yang baik, Dewi Chandrawati harus berbakti kepada sang suami yang sehari-harinya bertugas mengelola pesantrennya di Ampeldenta Surabaya.

Seiring dengan perkembangan waktu, nama Raden Rahmat sebagai ulama di kawasan Ampeldenta makin terkenal. Tak ayal, masyarakat pun berbondong-bondong hendak berguru kepadanya.

Baca juga: Sunan Ampel Dapat Hadiah dari Raja Majapahit, Kira-Kira Apa Ya?

Sebelumnya, Raden Rahmat telah berhasil menghilangkan sifat-sifat buruk atau penyakit-penyakit hati para nayaka praja dan para putra-putri kaum bangsawan, hingga akhirnya mereka memiliki akhlakul karimah yang sesuai dengan ajaran islam.

Baca juga: Strategi Sunan Ampel Benahi Moral Anak Pejabat Kerajaan Majapahit

Kesuksesan Raden Rahmat dalam menggembleng para nayaka praja maupun para putra-putri kaum bangsawan Majapahit ini lah yang menjadi tolok ukurnya.

Dikutip dari buku 'Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit', lama-kelamaan Raden Rahmat yang mengasuh pesantren di daerah Ampeldenta itu dijuluki oleh masyarakat setempat dengan sebutan Sunan Ampel. Mengapa? Sebab, Raden Rahmat telah mengangkat daerah Ampeldenta di mana ia mengajar di sana.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya