BACA JUGA:Bamsoet: Perang Ukraina Harus Jadi Pelajaran Cara Eskalasi Konflik dengan Cepat
"Selain mengekspor produk Smelter Grade Alumina (SGA), PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) juga akan mengembangkan hilirisasi bauksit sampai aluminium ingot yang direncanakan dapat berproduksi pada 2025 sebanyak 400 ribu ton per tahun. Aluminium ingot sangat diperlukan industri dalam negeri untuk berbagai jenis produk, seperti pelat, billet, scrap, dan bentuk profil yang akan diperlukan dalam banyak proses industri seperti pesawat terbang, kapal, otomotif, dan konstruksi," jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menerangkan, langkah tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang senantiasa menegaskan bahwa Indonesia harus mempercepat hilirisasi berbagai bahan tambang untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Sehingga Indonesia bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari hilirisasi berupa pajak dari perusahaan, penerimaan negara dan memperluas lapangan kerja.
"Hilirisasi alumina di KEK Galang Batang juga akan menurunkan ketergantungan impor Indonesia terhadap berbagai produk alumina karena kita sudah mulai bisa memproduksi sendiri di dalam negeri. Sekaligus menjadi percontohan bagi KEK di berbagai daerah lainnya untuk menjadi penguat daya saing Indonesia di tengah besarnya tantangan ekonomi global pasca pandemi Covid-19," pungkas Bamsoet.
(Awaludin)