Balada Stasiun Tanjung Priok, Hadiah Belanda hingga Misteri Bunker Rahasia

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Kamis 24 Maret 2022 16:30 WIB
Stasiun Tanjung Priuk/ Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Bangunan kaya akan nilai sejarah banyak tersebar di Jakarta. Salah satunya adalah Stasiun Tanjung Priok di Jakarta yang dibangun saat kolonial Belanda. Bangunan stasiun yang megah ini berada di seberang pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan masuk dalam stasiun kereta api kelas I.

(Baca juga: OKEZONE FILES: Menggali Misteri Bungker Stasiun Tanjung Priok yang Entah di Mana Ujungnya)

Melihat bentuk bangunannya yang tak kalah megah dari Stasiun Jakarta Kota, dapat disimpulkan bahwa Stasiun Tanjung Priok juga menjadi salah satu aset yang dibanggakan kaum kolonial.

Melansir laman Heritage KAI, Kamis (24/3/2022) pembangunan stasiun ini dimulai pada 1914. Saat itu, Gubernur Jenderal yang memimpin adalah A.F.W Idenburg. Sementara, perancangan bangunan dipercayakan kepada insinyur senior SS (Staats Spoorwegen atau Perusahaan Kereta Api Negara Hindia Belanda), Ir. C.W Koch.

Dalam pembangunannya, proyek ini melibatkan sekitar 1.700 pekerja di mana 130 pekerjanya adalah orang Eropa dan didatangkan khusus dari sana. Stasiun ini dibangun di atas tanah seluas 46.930 meter persegi. Luas stasiunnya sendiri adalah 3.768 meter persegi dengan 8 peron. Meskipun bukan merupakan stasiun utama, namun stasiun Tanjung Priok dibuat amat megah.

 Bunker Rahasia

Fungsinya Stasiun Tanjung Priok awalnya lebih diperuntukkan sebagai stasiun penunjang dan memiliki penginapan bagi para penumpang yang menunggu keberangkatan kapal laut. Sang arsitek meletakkan kamar penginapan itu di bagian kiri stasiun. Namun, penginapan itu hanya diperuntukkan bagi kaum Eropa, terutama Belanda. Terdapat pula area bawah tanah yang digunakan sebagai gudang.

Ada satu hal yang hingga kini masih menjadi misteri dari Stasiun Tanjung Priok. Banyak pihak menyebut, stasiun ini memiliki bungker rahasia yang menghubungkan stasiun dengan beberapa tempat lain. Terlebih, tempat-tempat tersebut berlokasi sangat jauh, seperti Balai Kota Batavia (kini menjadi Museum Fatahillah) hingga Pulau Onrust.

Stasiun ini sejatinya merupakan kado ulang tahun istimewa untuk SS. Peresmiannya pun dilakukan saat hari jadi SS ke-50 tahun, yakni pada 6 April 1925. Dengan dibukanya stasiun ini, maka jalur Tanjung Priok – Beos atau Jakarta Kota juga dibuka. Kereta yang melintasi jalur ini adalah lokomotif seri ESS 3200 yang dibuat di Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, stasiun ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan sempat berhenti beroperasi. Stasiun Tanjung Priok resmi beroperasi kembali pada Maret 2009 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

SBY saat itu sangat terpana dengan kemegahan yang dimiliki oleh Stasiun Tanjung Priok. Pemerintah menjadikan stasiun ini sebagai bangunan cagar budaya pada 1993.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya