KERAJAAN-kerajaan yang pernah ada di Indonesia cukup banyak jumlahnya. Kerajaan tersebut memiliki seorang penguasa yang kerap disebut Sultan maupun Raja. Adanya penguasa ialah untuk memimpin kerajaan yang meliputi melindungi daerah wilayahnya dan memimpin rakyatnya.
Kerajaan yang sudah hadir cukup lama di Indonesia ini membuat para bangsa penjajah kerap bersinggungan dengannya. Para penguasa kerajaan tak jarang sering berperang untuk mengusir penjajah dari wilayah kerajannya.
Baca Juga: Sejarah Kerajaan Tarumanegara, Jalin Hubungan Diplomatik dengan China hingga Ritual 1.000 Sapi
Hal itu yang kemudian menjadi sorotan pemerintah untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional karena keberanian dan kegigihannya. Di bawah ini merupakan penguasa kerajaan nusantara yang mendapat gelar Pahlawan Nasional:
• Sri Susuhunan Pakubuwono X
Sri Susuhunan Pakubuwono X memiliki nama kecil bernama Raden Mas Sayiddin Malikul Kusno. Sebelum pengangkatannya sebagai raja, ia dikenal sebagai Sayiddin Panotogomo.
Ia naik takhta pada 30 Maret 1893 dengan bergelar Sri Susuhunan Pakubuwono X. Semasa kepemimpinannya, ia aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ia mendorong adanya pergerakan Budi Utomo, mendukung organisasi politik dan memberikan kebebasan pers. Ia diberi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2011 melalui SK No 113/TK/Tahun/2011.
• Sultan Mahmud Riayat Syah
Sultan Mahmud Riayat Syah merupakan sultan dari Kerajaan Johor-Pahang-Riau-Lingga. Semasa hidupnya, sosok yang lahir pada 24 Maret 1756 ini terkenal karena kegigihan dan keberaniannya melawan Belanda.
Baca Juga: Dari Ken Arok hingga Gajah Mada, Ini Tokoh-Tokoh yang Berhasil Membunuh Raja
Bahkan, ia memiliki strategi gerilya laut untuk melawan Belanda. Ia memerintah dari tahun 1770 sampai 1811. Kepemimpinan Sultan Mahmud Riayat Syah pada saat itu diakui oleh Belanda sebagai penguasa terbesar kesultanan Lingga-Riau-Johor-Pahang. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui SK No 115/TK/Tahun 2017.
• Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi
Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi merupakan Sultan Buton yang menjabat dari tahun 1752 sampai 1755. Ia merupakan raja Kesultanan Buton yang pernah menjabat dua kali. Semasa memimpin, ia sering melakukan perlawanan dengan pemerintahan Hindia Belanda dalam Perang Buton, termasuk berperang melawan VOC.
Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2019 oleh Presiden Joko Widodo melalui SK No 120/TK/Tahun 2019.
• Sultan Baabulah
Sultan Baabulah merupakan sultan di Kerajaan Ternate. Anak tertua dari Sultan Khairul Jamil ini memerintah pada 1535 sampai 1570. Selama menjadi pemimpin di Kerajaan Ternate, ia kerap melakukan perlawanan terhadap Portugis. Tercatat di antaranya ia pernah melakukan pengepungan ke Benteng Gamlamo dan mengusir Portugis di Buton.
Sultan Baabulah dijuluki sebagai Sang Sultan Penguasa 72 Pulau di Timur Indonesia. Kekuasaannya itu mencakup sebagian besar kepulauan Maluku, sebagian dari Sulawesi dan Sangihe. Ia digelari Pahlawan Nasional karena keberaniannya mengusir penjajah Portugis dari Ternate.
Gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Baabulah tercatat pada SK No 117/TK/Tahun 2020.
• Sultan Aji Muhammad Idris
Sultan Aji Muhammad Idris merupakan sultan pertama yang menggunakan nama Islam sejak masuknya Islam di Kesultanan Kutai Kartanegara pada abad ke-17. Semasa hidupnya, ia telah menikah dua kali dan mempunyai dua belas anak.
Ia sering terlibat dalam pertempuran melawan VOC bersama dengan rakyat Bugis. Keberaniannya melawan musuh harus berakhir saat ia gugur dalam medan perang pada tahun 1739.
Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2021 melalui SK No 109/TK/Tahun 2021.
Melansir dari berbagai sumber/Maria Alexandra Fedho/Litbang MPI
(Arief Setyadi )