Duh! Vaksin Kedaluwarsa Ada di Semua Provinsi, Terbanyak di Jateng

Felldy Utama, Jurnalis
Rabu 30 Maret 2022 18:33 WIB
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu menyebut vaksin Covid-19 kedaluwarsa hampir ada di seluruh provinsi. Hal tersebut merujuk data per Januari 2021-Maret 2022.

"Vaksin yang sudah expired date adalah vaksin yang ada di daerah, untuk periode sampai dengan bulan Maret, data sampai tanggal 25 Maret, kita lihat vaksin yang expired di masing-masing provinsi ada di sini," kata Maxi dalam rapat dengar pendapat (RDP) secara dengan Komisi IX DPR, Rabu (30/3/2022).

Baca Juga:  Minimalkan Penyebaran Covid-19 saat Ramadan, BIN Sulut Gencar Akselerasi Vaksinasi

Dia menyampaikan, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan dosis vaksin Covid-19 paling banyak kedaluwarsa yaitu, sekitar 1,1 juta dosis vaksin. Kemudian, disusul Jawa Timur sebanyak 891.799 dosis vaksin dan Jawa Barat 743.879 dosis vaksin.

"Jadi hampir semua provinsi yang ada vaksin yang ED dan yang paling banyak itu AstraZeneca," ujarnya.

Di samping itu, data vaksin kedaluwarsa periode Maret 2022 menunjukkan, Bali menjadi provinsi dengan jumlah dosis vaksin yang akan kedaluwarsa pada 31 Maret mendatang yaitu sebanyak sekitar 191.540 dosis. Kemudian, disusul Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 132.000 dosis, Lampung 107.190 dosis, DKI Jakarta 104.238 dosis dan Jambi 87.032 dosis.

"Kemungkinan ini vaksin juga ini sebagian besar expired date karena tinggal berapa hari, hari ini tanggal 30 ya tinggal 2 hari," ujarnya.

Baca Juga:  Gelar Vaksinasi Booster, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sasar Karyawan Produsen Minyak Goreng

Maxi melanjutkan, jenis vaksin yang paling kedaluwarsa periode Maret ini adalah AstraZeneca dan sebagiannya Sinovac. "Namun Sinovac kini kemungkinan akan habis karena ini untuk anak-anak dan mudah dicari sasarannya," tutur.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya