Kemudian salah satu rekan pengamen bercerita bahwa sedang mempunyai masalah dengan salah seorang warga Cokrodiningratan, kemudian rekan pelaku tersebut mengambil senjata tajam di bawah kursi warung rokok dan mengajak mencari warga tersebut.
"Kemudian dengan menggunakan sepeda motor berkeliling dengan route Tugu-Bunderan Samsat - Simpang 4 pingit -Simpang 3 A Takrib," tambahnya.
Sesampainya di Sp. 3 A Takrib pelaku turun dari boncengan temannya dan berjalan ke selatan Jl. Tentara Rakyat Mataram bermaksud pulang menuju rumahnya di Badran sambil menenteng sabit/arit.
Selanjutnya pada saat sampai di depan Universitas Janabadra,Badran, Jetis tiba- tiba ada warga yang meneriaki pelaku. Kemudian pelaku lari dan membuang senjata tajam tersebut, sesampainya di belakang sekolah Akper Karya Husada pelaku tertangkap warga dan dikeroyok oleh warga sekitar.
"Pelaku diamankan warga karena diduga sebagai pelaku kejahatan jalanan,"ukar dia.
Karena pelaku mengalami luka-luka selanjutnya oleh personil Polsek Jetis pelaku dibawa ke RS. Ludiro Husodo Tegalrejo untuk menjalani perawatan. Senjata tajam yang dibawa oleh pelaku jenis Sabit/Arit dalam kondisi berkarat dan tidak terawat.
Menurut keterangan warga, pelaku tinggal di kampung Badran ikut dengan neneknya karena orang tua pelaku sudah bercerai dan saat ini ayah pelaku bernama Eko Prasetyo sedang menjalani hukuman di salah satu Lapas di Jakarta.
"Pelaku pernah diamankan di Mapolsek Jetis 2 kali dalam kasus perkelahian, karena masih di bawah umur diproses secara diversi," ungkapnya.
(Awaludin)