Tinggal di hunian yang nyaman, tanpa mengkhawaitrkan banyak permasalahan, merupakan harapan kebanyakan orang untuk menghabiskan masa tua mereka. Sayangnya hidup seperti demikian tidak dirasakan oleh pasangan suami-istri, Bapak Darto Suwito dan Ibu Paikem, yang tinggal di rumah kurang layak huni di Kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta.
Mereka harus menghabiskan hari tua dengan penuh kekhawatiran, karena kondisi rumah yang rapuh dan bisa roboh sewaktu-waktu. Rumah kecil yang mereka tinggali berlantaikan tanah dengan dinding anyaman bambu yang sudah rusak dimakan rayap. Begitu pula kondisi atap rumah mereka, bolong dan ditopang bambu lapuk sekedarnya.
“Jika malam hari kami kedinginan dan susah tidur, apalagi ketika hujan mengguyur maka air pun masuk ke rumah. Kasur kami pun juga basah terkena air hujan”, ujar Ibu Paikem bercerita sambil menahan tangis.
Mengetahui kondisi tempat tinggal mereka, Adi Pamungkas, seorang realawan, merekomendasikan keluarga Bapak Darto Suwito untuk mendapatkan bantuan renovasi rumah dari Semen Tiga Roda. Setelah menyeleksi kurang lebih 2000 kandidat, Bapak Darto Suwito berhasil terpilih menjadi penerima bantuan renovasi melalui #PejuangKokohSelamanya.
Proses renovasi kali ini menjadi tantangan tersendiri karena jarak lokasi yang jauh dengan medan tempuh yang tidak mudah.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Head of Capability Building Semen Tiga Roda, Aulia Fikri menceritakan proses renovasi rumah Bapak Darto Suwirto dan Ibu Paikem.
"Kami sempat mengundur pengumuman selama 3 hari, karena faktor lokasi yang tidak mudah diakses. Namun setelah berunding, kami berpikir jika tempat yang mudah diakses akan banyak menerima bantuan, sementara lokasi yang jauh dan medannya sulit cenderung tidak akan terjangkau oleh bantuan. Bagi kami tentu saja hal tersebut tidak benar, akhirnya kami memutuskan untuk tetap melaksanakan proyek renovasi ini", ujarnya.
Meskipun tekendala aksesibilitas, renovasi rumah berhasil dilaksanakan dengan baik. Karena program renovasi #PejuangKokohSelamanya menerapkan teknologi RAPI Beton Pracetak. Yang mana memungkinkan renovasi dilaksanakan secara efisien dan cepat dengan hasil bangunan yang kokoh dan telah teruji.
Setelah tahap renovasi selesai, kini rumah Bapak Darto Suwito sudah siap diserahterimakan. Prosesi serah terima dipimpin oleh Bapak Lono, Lurah Wonorejo, Kab Kulon Progo.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Semen Tiga Roda serta mengapresiasi bantuan renovasi rumah kepada salah satu warga kami.” sambut beliau seusai prosesi pemasangan plakat Semen Tiga Roda.
Tampilan rumah Bapak Darto Suwito yang dulu terlihat hampir roboh, kini sudah berdiri kokoh dan nampak baru. Sekarang mereka dapat tidur nyenyak tanpa perlu merasakan dinginnya malam, karena rumah menggunakan dinding RAPI beton pracetak yang kuat. Atap rumah pun sudah tidak bocor lagi, sehingga mereka tidak perlu risau air akan masuk ke rumah.
Lantai yang dulunya beralaskan tanah pun kini telah indah berlapis keramik. Tidak hanya itu, rumah juga dilengkapi berbagai furnitur dan perabotan untuk menunjang tempat tinggal yang layak huni.
“Terima kasih atas bantuan renovasi rumah dari Semen Tiga Roda. Semoga semakin banyak lagi yang bisa dibantu. Semen Tiga Roda sukses selalu.” ucap Ibu Paikem penuh syukur.
Kini Bapak Darto Suwito dan Ibu Paikem dapat menghabiskan masa tua mereka dengan nyaman di rumah barunya. Program renovasi kali ini juga menunjukkan komitmen Semen Tiga Roda untuk menjangkau masyarakat kurang mampu yang membutuhkan rumah layak huni.
(CM)
(Karina Asta Widara )