Dunia Hadapi Ancaman Kelaparan

Agregasi VOA, Jurnalis
Jum'at 06 Mei 2022 12:01 WIB
Foto: Reuters.
Share :

Beasley mencatat, bila dijumlahkan bersama, Ukraina dan Rusia menghasilkan 30 persen gandum dunia, 20 persen tepung jagung dunia, dan hingga 80 persen minyak biji bunga matahari. Dia mengatakan pasokan itu tidak keluar dari Ukraina karena Rusia telah memblokade pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam.

“Jika situasi ini tidak diatasi, bukan hanya akan timbul kelaparan tetapi juga destabilisasi di beberapa negara di dunia karena, kita tahu, terjadi kekeringan tambahan dan semua jenis masalah. Akan timbul migrasi massal karena desakan kebutuhan. Tidak ada yang menginginkan itu,” imbuhnya.

Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell memperingatkan krisis pangan global mengancam kelangsungan hidup anak-anak. Dia menyebut nutrisi yang baik sebagai landasan kelangsungan hidup dan perkembangan anak.

“Sebaliknya, nutrisi yang tidak memadai adalah penyebab utama kematian anak. Faktanya, hampir setengah dari semua kematian anak balita disebabkan kekurangan gizi. Kami memperkirakan bahwa pada akhir 2021, sebanyak 50 juta anak menderita kekurangan gizi, bentuk kekurangan gizi yang paling mengancam nyawa. Kami memperkirakan jumlah ini sekarang lebih tinggi,” ujar Russell.

Global Network menyerukan aksi bersama yang terkoordinasi untuk mengatasi krisis pangan dan gizi. Dikatakan, sekarang ini diperlukan dana darurat untuk menarik orang-orang dari jurang kelaparan, dan tindakan jangka panjang untuk menciptakan sistem pertanian pangan yang lebih berkelanjutan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya