Setibanya di desa tersebut tim langsung melakukan komunikasi dengan otoritas setempat asisten bahasa (LA). Pada akhirnya, tim bertemu dengan para milisi dan melakukan upaya komunikasi persuasif.
"Memerlukan waktu untuk dapat meyakinkan milisi hingga akhirnya keesokan harinya para milisi dapat diyakinkan dan sepakat akan menyerahkan diri dan melucuti senjatanya agar dapat kembali hidup bersama masyarakat," tulis Puspen TNI dalam keterangan tertulis, Senin (16/5/2022).
Diharapkan, dengan adanya penyerahan senjata tersebut angka kriminalitas bersenjata dan ancaman tindak kekerasan terhadap warga sipil di wilayah Area of Responsibility (AoR) Walungu dapat berkurang.
(Awaludin)