Dalam salah satu laporan investigasi yang dikeluarkan oleh UNESCO pada 2019, Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay mengutuk pembunuhan jurnalis Maratua Siregar dan Maraden Sianipar yang mayatnya ditemukan di dekat perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Labuhan Batu pada 30 dan 31 Oktober 2019.
“Saya mengutuk pembunuhan Maraden Sianipar dan Maratua Siregar,” kata Dirjen dikutip Selasa (7/6/2022).
Dia mendorong penegak hukum melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Menurutnya, keadilan harus dimobilisasi untuk menghentikan serangan kekerasan terhadap jurnalis yang pekerjaannya penting bagi demokrasi dan supremasi hukum.
UNESCO mempromosikan keselamatan jurnalis melalui peningkatan kesadaran global, peningkatan kapasitas dan berbagai tindakan, terutama dalam kerangka Rencana Aksi PBB tentang Keamanan Jurnalis dan Isu Impunitas.
(Nanda Aria)