Setelah kepergian sang suami, Ibu Kumiyah tinggal sebatang kara di rumah sederhana di Desa Ngepung, Kabupaten Gresik. Beliau bekerja serabutan dengan berjualan kopi atau membantu di sawah untuk menutup kebutuhan sehari-hari, namun tidak cukup untuk memperbaiki rumah peninggalan suami yang kondisinya rusak parah.
Rumah tersebut hanya disekat menggunakan gedeg atau anyaman bambu yang sudah lapuk. Ditambah lagi kondisi atapnya yang banyak berlubang, membuat kebocoran tidak bisa dihindarkan ketika diterpa hujan.
“Saat hujan deras atau angin kencang, saya takut sendirian dan rumah roboh. Saya terpaksa mengungsi ke rumah kakak saya,” tutur Ibu Kumiyah.
Selain kondisinya yang rusak parah, rumah Ibu Kumiyah hanya memiliki 1 kamar, sehingga tidak memungkinkan apabila sang anak ingin bermalam di kediaman tersebut.
Namun keberuntungan menghampiri Ibu Kumiyah, beliau terpilih untuk menerima bantuan renovasi rumah melalui program #PejuangKokohSelamanya persembahan dari Semen Tiga Roda. Program tersebut bertujuan untuk merenovasi rumah tidak layak huni agar menjadi rumah yang layak, nyaman, serta aman ditinggali.