670 Warga Sekitar Rel KA Malang Terancam Kehilangan Rumah yang Ditempati Bertahun-tahun

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 24 Juni 2022 15:21 WIB
Kepadatan rumah warga di perlintasan rel kereta/ Foto: Avirista Midaada
Share :

MALANG - Ratusan warga Kota Malang terancam kehilangan tempat tinggalnya imbas penertiban bangunan di sekitar rel kereta api (KA) mulai Stasiun Malang Kotalama - Jagalan - Depo Pertamina. Dari sekian permukiman penduduk yang terdampak, RT 9 RW 7 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, menjadi lingkungan dengan warga terbanyak didiami warga.

Total sebanyak 670 jiwa warga di RT 9 RW 7 yang terancam digusur usai menempati selama bertahun-tahun. Adanya rencana PT KAI yang melakukan penertiban bangunan di samping kiri-kanan rel KA menjadikan warga cemas.

Tampak dari pantauan di lapangan pada Jumat (24/6/2022), memang jarak antara bangunan rumah dengan rel kereta api memang cukup dekat. Jarak antara bangunan rel KA dengan permukiman padat penduduk hanya berjarak 1,5 meter. Rel kereta api ini merupakan jalur KA BBM dari Stasiun Malang Kotalama menuju Depo Pertamina di Jalan Halmahera.

Antara rel kereta api dengan rumah warga hanya dibatasi oleh jalan setapak berpaving selebar kurang lebih satu meter. Sementara antara rumah dan rel kereta api tak ada pembatas sama sekali.

Kendati berbahaya, warga terlihat biasa melakukan aktivitas sehari-harinya, bahkan anak-anak terlihat bermain sepakbola di pinggir rel KA.

Memang mayoritas dari mereka telah mendiami rumahnya sudah berpuluh - puluh tahun. Bahkan beberapa di antaranya sudah merupakan generasi kedua dan ketiga dari kakek nenek mereka.

Ketua RT 9 RW 7 Kelurahan Sukoharjo, Muhammad Suli mengungkapkan, sejauh ini pihak KAI baru mengundang perwakilan warga untuk sosialisasi. Dari pertemuan tersebut baru disepakati adanya pembentukan tim gabungan dari sejumlah instansi dari Polresta Malang Kota, Kodim, Kejaksaan Negeri (Kejari), hingga tokoh masyarakat.

"Untuk pertemuan pertama tanggal 21 Juni 2022 di PT KAI hanya membentuk tim, yang dalam rangka penertiban antara lintasan Kotalama sampai Jagalan. Kita bentuk tim mulai dari Polresta, kodim, KAI sampai masyarakat," kata Muhammad Suli, ditemui MNC Portal di kediamannya, Jumat (24/6/2022).

Ia menambahkan, pengukuran telah dilakukan oleh pihak PT KAI pada 12 Juni 2022 lalu. Dari pengukuran tersebut diakui Suli beberapa bangunan seperti masjid dan Tempat Pendidikan Alquran (TPA), memang diprediksi bakal hilang akibat tergusur. Di mana total ada 670 jiwa dari 180 kepala keluarga (KK), yang terdampak.

"Kalau di RT 9 ini ada 180 KK, 670 jiwa yang terdampak. Kalau kapannya (rencana penertibannya) belum, kita bentuk tim mulai dari Polresta, Kodim, KAI, sampai masyarakat," tukasnya.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya