Hasto mengaku telah menghitung berapa kebutuhan permakanan untuk penderita stunting dalam satu hari. Dia mengkalkulasi setiap penderita stunting membutuhkan dana sebesar Rp 15 ribu perhari untuk mencukupi kebutuhan proteinnya.
BACA JUGA:KSAD Sebut TNI AD Perlu Revisi Doktrin Kartika Eka Paksi, Ini Alasannya
Jika orangtua asuh stunting tersebut bersedia menjadi penyedia makanan selama 6 bulan, maka ia yakin penderita stunting tersebut akan sembuh. Sehingga angka pengurangan stunting dapat dilakukan secara signifkan dengan melibatkan berbagai pihak.
"Jadi kita terbuka melibatkan pihak swasta untuk membantu mengurangi angka resiko stunting," ujarnya.
Koordinator Orang Penting DIY, Yuni Astuti, mengungkapkan pihaknya sengaja memilih Gunungkidul menjadi lokasi peluncuran program orangtua asuh stunting karena di Gunungkidul ini menduduki rangking tertinggi penderita stunting di DIY. Dan dia juga memilih Ngalangombo karena selain terpencil juga memiliki angka kemiskinan tertinggi di Gunungkidul.
BACA JUGA:Puncak Haji 2022, Ini Skema Transportasi dan Penjemputan Jamaah dari Makkah ke Armuzna
"Gunungkidul memiliki angka tertinggi stunting di DIY yaitu 20,6 persen. maka kita lakukan di sini," kata dia.
(Nanda Aria)