Melacak Perjalanan Bendera Pelangi Sebagai Simbol LGBT, Dari 8 ke 6 Setrip

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 06 Juli 2022 05:02 WIB
Ilustrasi/ Foto: Reuters
Share :

Di kamp konsentrasi Nazi, kaum lelaki yang dipenjara karena homoseksualitas mereka ditandai dengan tanda segitiga merah muda yang ditempelkan di pakaian mereka.

Selama beberapa dekade setelah berakhirnya Perang Dunia II, komunitas gay di seluruh dunia berjuang memisahkan badge warna pink itu dari penghinaan yang diniatkannya, dan dengan tegar merebut perlambangannya dengan bangga.

 BACA JUGA:Sandiaga Uno: Pariwisata Tak Bisa Jalan Tanpa Musik

Namun betapapun heroiknya pengambil-alihan nilai dan makna itu, Baker menganggap simbol itu masih dibayang-bayangi hantu Hitler dan Holocaust.

Dia menganggap komunitas gay berhak atas logo atau simbol yang dirancang sendiri. “Kita membutuhkan sesuatu yang indah,” tambah Baker, “sesuatu yang berasal dari kita sendiri.”

Pada awalnya, bendera pelangi versi Baker terdiri dari delapan warna, lebih dua warna daripada versi sekarang yang secara internasional dikenal sebagai lambang bagi komunitas LGBT, dan setiap warna membawa makna yang simbolik.

Sebuah pita berwarna merah muda terang (mewakili seksualitas) melintang di bagian atas bendera dengan skema asli, diikuti oleh merah (yang mewakili kehidupan), lalu oranye (untuk penyembuhan), kuning (sinar matahari), hijau (alam), turquoise (keajaiban), indigo (ketenangan) dan ungu (semangat) di bagian bawah.

 BACA JUGA:Sama-Sama Handcrafted, Anime Ini Dinikmati dengan Cara Berbeda di Kita Bar Park Hyatt Jakarta

Dipamerkan untuk pertama kalinya di Plaza PBB di pusat kota San Francisco pada Juni 1978, versi delapan garis ini diproduksi oleh sebuah tim yang beranggotakan 30 sukarelawan yang menguasai mesin-mesin cuci di tempat cuci umum agar dapat membilas pewarna kain dan loteng yang luas di pusat komunitas gay, tempat masing-masing pita disetrika dan dijahit.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya