“Siap Pak Presiden!” sontak ajudan langsung sadar dan memberi hormat.
“Ndak apa-apa, saya cuma ngetes seberapa besar selera humor seorang tentara,” lontar Gus Dur dengan tawanya yang khas.
Sementara itu, ajudan hanya bisa menahan tawa karena sudah terlanjur hormat.
(Susi Susanti)