RADEN Wijaya menyerbu Kerajaan Kediri bersama pasukan Mongol dari Tiongkok. Istana Daha di ibu kota kerajaan bisa ditaklukkan.
Bahkan Raja Jayakatwang yang sebelumnya menyerbu Singasari dan menghabisi takhta mertua Raden Wijaya, juga mati terbunuh. Tak hanya itu, pejabat utama Kerajaan Kediri turut terbunuh.
Mirisnya, ratu Kediri dan putri Daha yang cantik jelita juga turut mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Kematian dua perempuan ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Raden Wijaya.
Pasalnya di perjanjian awal dengan Shih-Pi, pimpinan pasukan Mongol, jika kemenangan diraih maka pasukan Mongol bakal membawa serta putri Kediri dan sebagian harta rampasan perang.