JAKARTA - Lukisan bertema sosok Nyi Roro Kidul atau Nyai Loro Kidul, penguasa Pantai Selatan dibuat oleh pelukis l Basoeki Abdullah setelah dirinya menginap di Hotel Samudera Beach, di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.
(Baca juga: Lokasi Badarawuhi Dililit Ular Film KKN di Desa Penari Dipercaya Jadi Jalur Nyi Roro Kidul ke Merapi)
Melansir buku Basoeki Abdullah, Sang Hanoman Keloyongan karya Agus Dermawan T, Minggu (17/7/2022) diceritakan bagaimana pandangan Basoeki Abdullah tidak bergeser dari debur ombak laut selatan. Di antara ombak dan gelombang yang menerjang silih berganti, ia menangkap sesuatu yang tak biasa. Sesuatu yang menyembul dari balik cakrawala yang berkabut.
Di pagi buta menjelang subuh, Basoeki Abdullah tiba-tiba keluar kamar, dan memilih berdiri mematung di garis pantai selatan. Sebagian tubuhnya masih diselubungi selimut hotel. Basoeki digerakkan suara perempuan misterius yang menyapanya “hallo”. Nalurinya menangkap sapaan pendek melalui saluran telepon itu sebagai isyarat.
“Nyai dan tujuh ekor kudanya,” kata Basoeki Abdullah seperti dikutip dari Basoeki Abdullah, Sang Hanoman Keloyongan. Pengalaman spiritual Basoeki Abdullah dengan sesuatu yang diyakini sebagai entitas ratu penguasa laut selatan bukan pertama kalinya, dan itu tidak lepas dari kehidupannya sebagai anak priyayi Jawa.
Raden Basoeki Abdullah lahir di Sriwedari Solo, 27 Februari 1915. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara pasangan Raden Abdullah Suriosubroto dan Raden Ayu Sukarsih atau Raden Nganten Ngadisah. Ayah Basoeki dikenal sebagai pelukis naturalis yang namanya tercatat dalam sejarah seni lukis Indonesia.
Pengalaman spiritual pertama Basoeki Abdullah terkait eksistensi Nyai Roro Kidul berlangsung tahun 1933, atau pada saat usianya menginjak 18 tahun. Ia tiba-tiba digerakkan suara perempuan misterius. Suara bisikan itu memaksanya mengayuh sepeda pancal Simplexnya sejauh 20 kilometer, untuk menuju kawasan Pantai Parangtritis.
Di Parangtritis Basoeki duduk bersila, bersemedi, dan berdoa. Ia memohon agar perjalanan hidupnya senantiasa diberi arahan yang jelas. Setelah beberapa jam di pantai, Basoeki kembali mendengar suara bisikan serupa agar segera kembali ke rumah, karena ada sesuatu yang menantinya. Tepat waktu subuh, ia sudah berada di kamarnya dan menemukan sepucuk surat di atas meja.
Sebuah surat pendek yang ditulis pamannya. Isinya meminta Basoeki Abdullah menyiapkan diri karena dirinya telah mendapat beasiswa untuk belajar melukis di Negeri Belanda. Basoeki Abdullah mempercayai suara bisikan perempuan misterius itu datang dari Nyi Roro Kidul.
“Saya yakini, dia adalah Nyi Roro Kidul,” kata Basoeki Abdullah seperti dikutip dari Basoeki Abdullah, Sang Hanoman Keloyongan. Basoeki Abdullah memiliki pandangan sendiri tentang profil Nyi Roro Kidul. Menurutnya sosok mistis itu adalah wanita atau makhluk yang welas asih dan gemar menolong. Basoeki tak sependapat jika ada yang menyebut Nyai sebagai penguasa laut.
Baseoki Abdullah juga mempercayai Nyai Roro Kidul yang senantiasa muda dan cantik itu adalah saudara perempuan Raja Galuh yang meramalkan munculnya Kerajaan Mataram yang meliputi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Begitu juga beberapa tahun kemudian usai menginap di Hotel Samudera Beach, di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.
Pengalamanan mistis, yakni ditelepon perempuan misterius, dan lantas berjalan menuju tepi pantai dan melihat sesuatu yang tak biasa, ia wujudkan ke dalam lukisan sosok Nyai Roro Kidul. Sepulang dari Pelabuhan Ratu, Basoeki Abdullah menyiapkan kanvas berukuran besar. Goresan kanvasnya membentuk sosok Nyai Roro Kidul yang tengah melesat keluar dari permukaan samudera.
Gestur rambut panjang Nyai dilukiskan tengah berkibar diterpa angin. Di atas rambut bertahta mahkota kerajaan. Basoeki Abdullah melukiskan pakaian Nyai Roro Kidul berwarna hijau gadung dengan hiasan sabuk emas berkilau-kilau.