Tangan Dingin Jenderal Polri Ahli Telik Sandi di Balik Rekonsiliasi 3 Kubu di Babarsari

wahab firmansyah, Jurnalis
Selasa 19 Juli 2022 11:29 WIB
Foto: MNC Portal
Share :

JAKARTA Kerusuhan di Babarsari, Seturan dan Sleman, Yogyakarta beberapa waktu yang lalu dapat diredam dengan cepat. Sehingga konflik antar kelompok pemuda dari NTT, Maluku dan Papua tersebut tidak menjalar ke berbagai tempat serta tidak memakan korban jiwa.

(Baca juga: Ini Kronologi Lengkap Kericuhan di 'Gotham City' Babarsari)

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Yogyakarta bergerak cepat mengumpulkan para tokoh masyarakat daerah dari tiga kelompok yang terlibat bentrok di kawasan Babarsari.

Kepala Badan Intelejen Daerah (Kabinda) Yogyakarta Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Andry Wibowo mengatakan, upaya mengumpulkan para tokoh masyarakat ini sebagai bagian dari mediasi setelah bentrok yang berlangsung selama tiga hari.

Semua tokoh masyarakat bersepakat untuk rekonsiliasi, dengan cara saling menahan diri agar tidak terjadi lagi bentrokan susulan.

Andry sebelumnya mengajak John Serang Keban dari NTT dan Jacky Latuperissa, Ketua Umum Pattimura Muda dari Maluku usai kerusuhan mereda. Dalam pertemuan itu, dia meminta kedua belah pihak untuk menahan diri. Permintaan itu lalu disanggupi oleh masing-masing kelompok dengan menyiarkan video pernyataan bersama.

“Kami mengumpulkan para tetua untuk mendengarkan kemajuan konflik, serta agar konflik tidak meluas,” kata Brigjen Pol. Andry Wibowo, Selasa (19/7/2022).

Mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara yang membongkar kasus pembunuhan melibatkan artis Lidya Pratiwi ini merupakan Perwira Polri dengan banyak pengalaman dibidang Reserse. 

Andry yang juga mantan Kapolres Jakarta Timur ini juga mengatakan, sebagai anggota polri harus dapat mengidentifikasi berbagai masalah dalam komunitas sosial utamanya pihak-pihak yang berkonflik.

“Tidak semua dari mereka itu salah. Memang ada beberapa yang kami identifikasi seperti penyakit. Nah, mereka itulah yang harus dipantau pergerakannya,” ujar Andry Wibowo.

“Binda bersama Pemkab Sleman sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani masalah paska bentrok,”ujar Jendral Bintang satu yang pernah menjadi konseptor operasi penanganan gerakan terorisme di Poso tersebut.

Langkah pertama yang dilakukan perwira tinggi berjuluk ‘The Cold Hand’ ini adalah mitigasi kesehatan- kesehatan bagi korban dengan memberikan pengobatan maksimal, termasuk korban yang mengalami luka fatal.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya