Pria Yahudi Berharap ke Raja Salman Bisa Kunjungi Desa Najran, Ini Alasannya

Muhaimin, Jurnalis
Sabtu 27 Agustus 2022 07:41 WIB
Raja Salman (Reuters)
Share :

TEL AVIV - Seorang pria Yahudi yang terlahir dari desa di Arab Saudi dan sudah lama tinggal di Israel, David Shunker memohon kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman agar diizinkan mengunjungi kampung halamannya.

“Saya adalah orang terakhir yang selamat dari komunitas Yahudi yang tinggal di dekat kota Najran di Arab Saudi selatan,” kata Shunker dilansir dari Wall Street Journal, Sabtu (27/8/2022).

Pria 80 tahun itu berharap impiannya untuk mengunjungi tempatnya dilahirkan bisa terwujud. Dia ingin mengucapkan selamat tinggal pada desa itu.

"Saya tidak tahu berapa lama Tuhan akan mengizinkan saya untuk hidup dan impian saya adalah mengucapkan selamat tinggal pada tempat kelahiran tercinta saya. Tolong berikan saya keinginan ini," lanjut Shunker.

Baca juga: Takut Penganiayaan, Ribuan Orang Yahudi Hengkang dari Rusia Akibat Perang Ukraina

David Shunker juga mengingat kenangan masa kecil di Najran dan menjelaskan kehidupan di salah satu komunitas Yahudi di sana.

“Sekitar enam puluh keluarga Yahudi pernah tinggal di Najran dan desa-desa kecil di sekitarnya. Beberapa bekerja untuk Raja Abdulaziz Ibn Saud pada 1930-an dan 1940-an, memelihara senjata tentaranya. Yang lain bekerja sebagai tukang kunci, tukang kayu, dan penyamak kulit,” ucapnya dikutip Israel Hayom.

Baca juga: Israel Juga Rumah bagi Orang-Orang Arab tapi Diperlakukan sebagai Warga Kelas Dua

"Bertentangan dengan aturan di negara tetangga; Yaman, orang-orang Yahudi di Najran diizinkan untuk membawa belati tradisional, jambiya, di ikat pinggang mereka. Sampai hari ini, saya ingat tentara raja memanjakan saya dengan permen dan menepuk-nepuk rambut keriting saya," imbuhnya.

Dia mencatat bahwa pada tahun 1934 Najran menjadi bagian dari Arab Saudi (sebelumnya bagian dari Yaman) dan bahwa orang-orang Yahudi—sekarang di bawah perlindungan raja—merasa aman. Pada tahun 1948, ketika Negara Israel didirikan, keluarga Shunker, dan seluruh komunitas Yahudi, harus pergi.

“Pada tahun 1948, orang-orang Yahudi dipanggil oleh perwakilan raja untuk berkumpul di alun-alun. Konvoi unta menunggu di sana untuk 260 orang, kebanyakan anak-anak seperti saya. Saya lahir pada tahun 1944. Barang-barang keluarga kami dimuat ke unta dan sebelum matahari terbenam kami mulai berjalan menuju perbatasan Yaman," kenangnya.

Ia pun turut mengomentari adanya perubahan di Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan itu diharapkan membuat dirinya bisa kembali mengunjungi tempat kelahirannya di Arab Saudi.

"Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah melihat perubahan besar di Arab Saudi. Perubahan ini telah memicu harapan besar untuk masa depan kerajaan. Dalam semangat harapan untuk masa depan itu, saya mohon Yang Mulia Raja Salman bin Abdulaziz dan Yang Mulia Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengizinkan saya mengunjungi Najran selagi saya masih cukup kuat untuk bepergian," kata dia.

Baca juga: Ungkap Sindiran Pedas, Politisi Israel Berharap Warga Palestina Lenyap dari Negara Yahudi

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya