Mahfud mengatakan, adegan pelecehan yang selama ini diduga sebagai motif pembunuhan tidak penting diperagakan dalam rekonstruksi pembunuhan.
"Sehingga terlalu kalau orang berharap kok tidak dijelaskan bagaimana cara melecehkan, bagaimana waktu membopong, itu tidak penting karena rekonstruksi," ucapnya.
Mahfud menegaskan, publik tidak perlu pesimis, karena perihal motif akan terungkap dengan sendirinya di persidangan nanti.
"Kalau motif bisa dirangkai dari keterangan, dan itu tidak penting. Karena bukti pembunuhannya itu sudah diakui dan sudah di rekonstruksi," katanya.
"Sehingga menurut saya masyarakat tidak perlu pesimis dulu, tapi kita kawal agar ini berjalan dengan baik," pungkasnya.
(Awaludin)