Humor Gus Dur: Cari Kepiting Diambilkan Catut

Solichan Arif, Jurnalis
Rabu 07 September 2022 05:04 WIB
Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selalu kaya akan humor segar. Bahan guyonan Gus Dur bisa datang dari mana saja, dan itu selalu membuat setiap pendengarnya ketawa terpingkal-pingkal.

Begitu juga saat Gus Dur masih mahasiswa di Mesir. Suatu hari di sela bersantap bersama di mess mahasiswa, Gus Dur nyeletuk soal kepiting dan catut. “Di sini (maksudnya di Mesir), yang namanya kepiting itu ternyata catut (tang),” celetuk Gus Dur serius seperti dikutip dari buku Presiden Dur Yang Gus Itu.

Baca juga: Humor Gus Dur: Gorengan di Meja Rapat Kabinet

Gus Dur kuliah di Mesir antara tahun 1962-1967. Karena tahu materi kuliah yang diajarkan sama dengan materi yang sudah dipelajari di pesantren, Gus Dur kemudian pindah kuliah di fakultas sastra Baghdad, Irak. Mendengar celetukan Gus Dur, para mahasiswa asal Indonesia sontak heran. Di benak mereka kepiting dan catut atau tang, jelas beda.

Baca juga: Humor Gus Dur: Sambutan Ketika Membuka Acara Pameran Lukisan 

Kepiting adalah binatang berkaki sepuluh yang hidup di laut, terutama di kawasan pantai, berpunggung keras warna hijau kehitaman, memiliki supit tajam, dan biasa dihidangkan sebagai sea food. Sedangkan catut atau tang merupakan alat penjepit atau pencabut paku yang biasa dipakai para tukang bangunan. (sst)

Namun Gus Dur tetap ngotot bahwa kepiting dan catut itu sama. Gus Dur pun membeberkan asal-usulnya. Ia cerita, awal berada di Mesir ia iseng-iseng pergi ke pasar untuk mencari kepiting. Saat itu dirinya belum tahu bahasa Arabnya kepiting. Di depan pedagang pasar, Gus Dur hanya bisa memperagakan kepiting dengan bahasa isyarat.

Si pedagang menyimak sembari kepala terangguk-angguk. Tak berselang lama, ia berjalan ke belakang yang katanya hendak mengambilkan apa yang diminta Gus Dur. Begitu si pedagang kembali, Gus Dur terkaget campur geli. Di tangan si pedagang tidak tertenteng kepiting, melainkan sebuah catut atau tang. “Lha, siapa yang mau makan catut?!,” seloroh Gus Dur.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya