JAKARTA - Ketua Umum Bike to Work (B2W) Indonesia, Fahmi Saimima mengatakan, sejak April 2021 silam hingga tahun 2022 ini tercatat ada 27 unit sepeda milik pesepeda yang hilang di area parkir Stasiun Jabodetabek. Hal itu berdasarkan laporan dari korban yang sepedanya hilang ke B2W Indonesia.
BACA JUGA:Penampakan Penumpang Angkot Bergelimpangan di Jalan Usai Ditabrak Truk Tangki BBM
"27 sepeda hilang sejak April tahun 2021. Kami tak melihat itu sebuah komunitas atau apa yah, ketika orang melakukan mobilitas dengan sepeda kami anggap mereka pesepeda, peggiat pesepeda," ujarnya, Jumat (17/9/2022).
Menurutnya, saat menerima laporan itu, B2W pun memberikan advokasi dan mendatanya. Adapun potensi kehilangan sepeda di area Stasiun kawasan Jabodetabek tinggi lantaran fasilitas parkir sepeda tak menunjang dengan baik, baik dari segi parkiran tak terpantau petugas, lokasinya jauh, hingga tak adanya parkiran sepeda hingga membuat pesepeda memarkirkan sepedanya di dekat pagar atau pohonan.
BACA JUGA:Tabrak Angkot, Sopir Truk Tangki BBM Diamankan di Polres Polewali Mandar
"Mereka (pesepeda) tak punya media tuk buat sepedanya selamat. Saya perhatikan yang paling gampang dicuri di tempat-tempat yang tak terlindungi keamanan dan tempat itu menjadi rawan padahal fasilitas publik gitu, disinilah bike to work menyuarakan agar fasilitas publik harus ramah sepeda termasuk fasilitas transportasi berupa stasiun," tuturnya.
Dia menambahkan, 27 unit sepeda yang hilang itu, umumnya terjadi di 10 Stasiun Jabodetabek, seperti Bogor, Tangerang dan Stasiun yang mengarah Depok. Titik Stasiun itu termasuk ramai tapi rawan lantaran meski ramai orang tak menyadari atau peduli dengan sepeda.
"Mereka (sepeda) gak bayar jadi yah mereka (masyarakat) mau tonton itu sepeda-sepeda siapa juga gak peduli akhirnya tingkat kehilangannya tinggi," jelasnya.
Sementara itu, Vice President Massanger Facility and Custemer Care PT KAI Commuter Indonesia (KCI), Teguh Triyono menanggapi, dari catatan pihaknya, ada 23 sepeda yang hilang di area parkir Stasiun Jabodetabek dan pihaknya pun bakal menampung semua keluhan dan pengalaman terkait pesepeda yang sepedanya itu hilang. Meski tak bisa memberikan sepedanya kembali, semua itu bakal dijadikan catatan dan bahan evaluasi agar peristiwa serupa tak terulang.
"Kita evaluasi supaya tidak terulang lagi, hilangnya seperti apa, di mana, caranya bagaimana, itu kita evakuasi dan minimalisir agar tak terjadi lagi," paparnya.
Dia mengungkapkan, terkait CCTV di parkiran sepeda memang saat ini belum tersedia CCTV khusus yang bisa melakukan pemantauan di area parkir. Adapun CCTV sejatinya bukan tuk mencegah terjadinya kehilangan sepeda, tapi sebagai bahan evaluasi dari kejadian yang tersebut.
"CCTV ini tujuannya bukan tuk mencegah kehilangan, tapi sebagai bahan evaluasi, kita pasang CCTV, kenap sih bisa hilang, apa, bagaimana dia melakukan, cara ngambilnya nah itu tujuannya tuk itu," katanya.
BACA JUGA:Pentingnya Pendidikan Menurut Moeldoko: Kalau Tak Merantau, Saya Tak Bisa Jadi Jenderal
Dia menambahkan, pihaknya juga bakal melakukan relokasi pada 10 titik area parkir sepeda di kawasan stasiun agar lokasinya bisa lebih terpantau petugas. Pihaknya juga bakal memperbaiki kepekaan dan kepedulian petugas tentang keamanan sepeda milik pelanggan.
(Nanda Aria)