JAKARTA – Silsilah Abah Anom Syekh Ahmad terlengkap akan dibahas dalam artikel ini. Tokoh yang dipanggil dengan Abah Anom ini merupakan seorang ulama yang memiliki karomah berbentuk kesaktian.
Dilansir dalam beragam sumber, Kamis (22/9/2022) dalam bahasa Sunda, Abah Anom artinya kiai muda. Nama asli Abah Anom adalah K.H. Ahmad Sohibul Wafa Tajul Arifin yang lahir di Suryalaya, Tasikmalaya pada 1 Januari 1915.
(Baca juga: Kisah Karomah Abah Anom, Remas Batu Sampai Hancur hingga Ikan Misterius Dalam Gelas)
Dia adalah putra kelima dari Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad, seorang pendiri pondok pesantren Suryalaya yang dikenal sebagai Abah Sepuh.
Sementara itu, ibunya bernama Hajjah Juhriyah. Selama masa hidupnya, dia sudah melalui berbagai pengalaman, termasuk menjadi seorang mursyid Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah (TQN) di Pesantren Tasawuf pada 1950.
Abah Anom pun juga pernah melawan Partai Komunis Indonesia (PKI) ketika pemberontakan berlangsung pada 1965. Tak hanya itu, Abah Anom juga membuat rehabilitasi rohani untuk para mantan PKI.
Akibat dari hal tersebut, Abah Anom mendapat penghargaan dari Jawatan Rohani Islam Kodam VI Siliwangi, Gubernur Jawa Barat.
Selain pengalaman-pengalamannya yang menakjubkan, Abah Anom memiliki karomah, seperti mampu membaca pikiran.
Dia juga merupakan ulama yang suka memberikan nasihat dan doa kepada tamu-tamu yang datang tanpa memandang bentuknya. Entah itu orang biasa atau orang yang diliputi dengan dosa.
Bahkan, para tamu yang datang selalu disajikan makanan tanpa membuat mereka kelaparan. Selain itu, selalu tersedia nasi dalam bakul kecilnya untuk para santri di pesantrennya yang berjumlah 70 murid.
Dalam silsilah sanad, Abah Anom memiliki dua murid yang meneruskan ajarannya, yaitu Prof. Dr. Tengku Chik H. Muhibuddin Waly Al-Khalidy dan K.H. Zainuddin MZ. Sampai akhirnya Abah Anom wafat pada 5 September 2011 dalam usia 96 tahun.
Walaupun begitu dia masih dikenal dan disegani masyarakat sampai sekarang berkat keistimewaannya sebagai ulama yang ahli ibadah, dzikir, dan ilmu.
(Fahmi Firdaus )